4 Tips Sebelum Anda mendadak di-PHK atau Pensiun Dini # 1

Jumat, Oktober 02, 2015

“Love your job, but don’t love your company, because you may not know when your company stops loving you.” Abdul Kalam


Ucapan Abdul Kalam, mantan presiden India ke 11, tersebut mungkin ada benarnya. Ada banyak sebab jika tiba-tiba perusahaan anda berhenti mencintai anda (alias mem-PHK). Bisa memang karena kondisi perekonomian yang sedang lesu sehingga berdampak pada stabilitas perusahaan, bisa jadi karena memang ada regulasi yang mengharuskan perusahaan mengurangi jumlah karyawannya, bisa juga karena memang ada nilai-nilai prinsip yang ada pada diri anda yang tidak selaras dengan perusahaan – sementara anda tidak mungkin merubah sistem yang ada sesuai dengan nilai yang anda anut, maka pilihannya adalah anda yang mengundurkan diri, dan masih banyak alasan lainnya.
Tetapi apapun alasannya – apalagi jika anda bukan pemilik saham diperusahaan atau bahkan hanya karyawan biasa, maka kemungkinan untuk “berpisah” dari perusahaan tempat anda bekerja – lambat atau cepat pasti ada. 

pixabay.com


Oleh karena kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi, maka tidak ada salahnya ketika kita mempersiapkan diri. Dan mempersiapkan diri tidak akan pernah merugikan anda bahkan bisa jadi menguntungkan anda dalam banyak hal. Bisa saja menambah wawasan anda, menambah luasnya jejaring anda, menambah peluang untuk berkarir lebih baik, menambah peluang untuk mendapatkan usaha dan juga mendapatkan penghasilan tambahan, dan yang pasti penyebab banyaknya orang yang stress akibat di PHK atau post-power syndrome adalah karena mereka tidak persiapan sama sekali akan sesuatu yang menimpa mereka. 


Untuk itu pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak anda untuk mempersiapkan diri, kalaupun itu menurut anda “mustahil anda akan dipecat atau masih lama pensiun” maka anggap saja ini sebagai wawasan bagi anda – yang barangkali anda suatu saat ingin mencobanya, atau jika ada yang sudah melakukan paling tidak ada informasi baru yang bisa anda dapatkan. 


Selanjutnya apa saja sih yang bisa anda lakukan untuk mempersiapkan diri saat anda di PHK atau Pensiun? 


1. Menggali potensi diri anda. 


Sepertinya ide ini agak basi atau kelihatan lucu bagi para profesional atau mereka yang sudah bekerja – apalagi jika bekerjanya sudah puluhan tahun, tetapi memang pada kenyataannya kita sering “mengabaikan” potensi diri yang ada kita – yang jika kita upayakan secara maksimal bisa jadi membuat diri anda merasa lebih bahagia karena mempunyai kegiatan positif disamping rutinitas anda. 


Menggali potensi diri anda bisa dimulai dari kegiatan-kegiatan yang anda sukai, bisa seperti hobi berolah raga, mulai bulu tangkis, nggowes atau yang lainnya. Ada juga orang yang mempunyai hobi berkebun, fotografi, menulis, ngoprek laptop dan lain-lain, yang jelas sesuatu yang memang dilakukan diluar rutinitas pekerjaan utama anda, dan anda menikmatinya saat melakukan kegiatan itu. 


Akan tetapi hal itu masih belum bisa dikatakan menggali potensi diri jika anda melalukan semua itu sebatas bersenang-senang saja. Maksudnya bagaimana? 


Begini, jika anda ingin menggali potensi diri anda dibidang yang anda sukai, maka lakukanlah dengan sepenuh hati dan anda harus banyak belajar dan mengetahui lebih mendalam atas hal-hal yang terkait dengan aktivitas anda tersebut. 


Saya ambil contoh, ada seorang karyawan yang disela-sela waktunya dia sangat hobi menulis. Maka tidak sekedar menulis dia banyak mengikuti kegiatan untuk mengasah kemampuannya tersebut, mulai ikut seminar, workshop, ikut komunitas menulis membeli buku-buku yang terkait dengan menulis. Mulanya dia suka menulis puisi – tetapi seiring waktu dia mulai belajar menulis cerita pendek, reportase dan berbagai macam tulisan dia coba dan mengirimkan karya-karyannya tersebut ke berbagai media, baik dibayar maupun yang gratisan. 


Tidak berhenti di situ, dia juga mulai belajar ngeblog, dan mempublikasikan tulisan-tulisannya di sana. Namun itu saja tidak cukup, dia ikut menerbitkan buku dimulai dari buku antologi – yang isinya keroyokan dari berbagai penulis, menulis ebook-ebok ringan, sampai menerbitkan buku sendiri sesuai dengan tema yang dia kehendaki. 


Itu semua belum cukup, dia mencoba untuk mempelajari tentang seluk beluk menerbitkan buku secara mandiri, mencoba mencari beberapa penerbit indie, mengetahui jenis kertas yang digunakan untuk bukunya sampai melakukan negosiasi harga hingga mencoba menjual buku yang ditulisnya melalui jejaring pertemanannya baik di dunia nyata maupun di media sosial. 


Bisa jadi keuntungan yang dia dapatkan dari semua aktivitas itu tidak banyak, tetapi ilmu dan informasi tentang dunia penerbitan buku dan bagaimana memasarkana hasilkarya itu yang nilainya mahal karena tidak semua orang bisa mau dan bisa melakukan tersebut.
Kini disela-sela kesibukannya menjadi karyawan sebuah perusahaan dia membuka jasa penulisan mulai dari penulisan naskah buku, editor sampai penerbitan buku. 


Inilah contoh menggali potensi yang mempunyai nilai investasi yang tinggi bagi masa depan. Hal tersebut bisa dilakukan dibidang apapun. 


Ya, dibidang apapun, ada seorang yang bekerja di sebuah kantor pemerintah, di sela-sela rutinitasnya sebagai PNS dia sangat hobi nggowes, dia gabung komunitas bike to work, dia terlibat dibanyak kegiatan komunitas tidak hanya sebagai partisipan, tetapi dia juga menjadi penggeraknya dari kegiatan tersebut. Begitu intensnya dia bergaul dengan para biker dan goweser ini sampai suatu ketika dia menangkap peluang ketika teman-temannya membutuhkan jersey buat seragam komunitas, dari sinilah dia belajar mencari produsen pembuat jersey, mengetahu jenis bahan yang dipakai sampai hal-hal lain yang terkait dengan aksessoris lain yang dibutuhkan teman-temannya di komunitas. 


Dan sekarang dia membuka toko online jualan jersey, dan belakangan tak hanya jualan jersey, tetapi sudah sampai jualan aksessoris lainnya seperti jam tangan sport, dan kamera kusus buat para biker untuk mengabadikan momentum penting selama perjalanan nggowes. 


2. Investasi

Investasi disini adalah dalam artian yang luas, bisa saja berarti investasi berupa aset-aset berharga seperti emas, tanah, rumah atau tabungan uang, tetapi itu investasi itu bisa dilakukan bagi mereka yang penghasilannya sudah mencukupi kebutuhan primer sehari-hari. Bagi karyawan yang pendapatannya pas-pasan, investasi yang cocok menurut saya adalah mengikuti kegiatan atau program-program yang bertujuan untuk mengembangkan potensi diri sebagaimana kita sebutkan di atas. 


Jika kita mau – ada saja program-program semacam itu mulai yang diselenggarakan secara gratis, berbayar tapi murah/terjangkau – sampai yang memang butuh dana yang cukup banyak. Semua itu bisa kita sesuaikan dengan kemampuan kita, bisa saja ketika kita tidak mampu secara khusus membiayai program semacam itu, kita membaca (bisa beli) dari buku-buku atau melalui internet hal-hal yang bisa memmbantu mengembangkan potensi diri kita.

Tetapi yang paling saya rekomendasikan adalah belajar melalui internet dengan bergabung di grup-grup yang anda di facebook atau forum-forum besar. Karena biayanya murah –hanya berbekal model dengan pulsa 50ribu/bulan atau ke akses internet gratis kalo di kota anda menyediakan, dan lebih penting lagi anda bisa mengatur jadwal untuk belajar sesuai waktu luang anda. Untuk menemukannya Anda bisa mencari melalui google atau facebook tempat berkumpulnya orang-orang yang mempunyai hobi yang sama dengan anda, mulai tempat belajar masak, otomatif, fotografi sampai bercocok tanam moderen.

Ada kita yang saya sarankan kepada anda ketika bergabung di grup/forum seperti itu adalah- aktiflah berpartisipasi – baik sebagai ‘pemateri” atau peserta yang bisa berkontribusi positif bagi anggota digrup itu. Dengan cara seperti itu, insyaa Allah anda akan dikenal dan jika konsisten berkontribusi bisa jadi anda dikenal banyak orang, jadi rujukan tempat konsultasi dan bisa juga mendapatkan proyek-proyek sampingan yang bisa menambah uang saku anda.

baca lanjutannya di sini



Catatan: Bagi anda yang tiba-tiba di-PHK silahkan baca artikel saya berjudul : Mendadak Saya Kena PHK, Saya Galau, Sedih dan Berbuat Apa?
Mendadak Saya Kena PHK. Saya Galau, Sedih dan Harus Berbuat Apa? - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/10/05/mendadak-saya-kena-phk-saya-galau-sedih-dan-harus-berbuat-apa/#sthash.g4tyBAJY.dpuf
Mendadak Saya Kena PHK. Saya Galau, Sedih dan Harus Berbuat Apa? - See more at: http://strategimanajemen.net/2015/10/05/mendadak-saya-kena-phk-saya-galau-sedih-dan-harus-berbuat-apa/#sthash.g4tyBAJY.dpuf

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔