Cara Membuat Surat Lamaran Lewat Email (dilengkapi video)

Selasa, Februari 23, 2021 Add Comment
Beberapa perusahaan mensyaratkan surat lamaran dikirim lewat email. Mengirim surat lamaran kerja lewat email adalah suatu yang sangat bermanfaat bagi banyak pihak :

-         Bagi perusahaan lebih mudah dan praktis dalam melakukan seleksi dan penyimpanan surat masuk (pengarsipan).
-         Bagi pelamar lebih praktis, hemat dan mudah juga untuk pengarsipan.
-         Bagi alam lebih ramah karena tidak menggunakan kertas yang menggunakan bahan pohon yang ditebang.


Namun ada beberapa pencari kerja masih belum terbiasa menggunakan email untuk mengirim lamaran. 


1.     Gunakan akun email yang menggunakan nama Anda sebagai alamat email.
Bila hanya memiliki akun email yang dibikin saat masih SMP dulu biasanya alamat email Anda bernuansa alay. Sebaiknya Anda membuat email baru yang mengesankan profesinalitas. Gunakan nama lengkap Anda sebagai alamat email. Bila nama Anda terlalu panjang, gunakan nama awal dan akhir saja.
Contoh : sekarkusuma@gmail.com (nama lengkap : Sekar Puspa Flower Kusuma), atau sekar.kusuma@gmail.com

2.     Siapkan dokumen-dokumen yang akan Anda kirim.
Siapkan resume, curriculum vitae, cover letter dalam format PDF. Mengapa harus menggunakan format PDF? Bagaimana caranya membuat format PDF? Silakan baca di sini.

3.     Tuliskan subjek email.
Subjek email harus Anda tuliskan, karena tanpa subjek email Anda akan dianggap email sampah (junk mail). Biasanya pada informasi lowongan kerja Anda diminta menuliskan kode tertentu dan nama Anda di subjek email sesuai posisi lowongan kerja yang Anda minati. Bila tidak ada perintah dari informasi lowongan kerja, tuliskan saja posisi yang Anda minati dan nama Anda.
Pastikan subjek email Anda isi sebelum menulis di badan email agar tidak terlupa.

4.     Tuliskan surat pengantar (cover letter) atau surat lamaran Anda.
Tuliskan surat lamaran Anda di badan email. Bagaimana cara menulisnya bisa Anda baca di sini.
Kadang Anda juga diminta melampirkan surat lamaran dalam bentuk dokumen.

5.     Tambahkan tanda tangan.
Tanda tangan dalam email atau email signature bukanlah tanda tangan coretan tangan Anda, tapi cukup nama lengkap, alamat email, dan nomor telepon yang Anda tulis di paling bawah badan email.

6.     Lampirkan file dokumen-dokumen Anda.
Lampirkan file dokumen resume atau CV Anda, dan surat lamaran yang sudah Anda siapkan.
Klik tombol ‘sisipkan file’ atau ‘attach file’ kemudian pilih file-file dokumen yang sudah Anda simpan di hard disk computer.

7.     Kirimkan email.
Sebelum Anda klik tombol kirim periksa lagi email Anda :
a.     Alamat tujuan
b.     Subjek email
c.      Badan email
d.     File-file lampiran
e.     Periksa dengan seksama, hindarikesalahan tulisan sehingga terkesan tidak professional.

Sebaiknya kirimkan juga email Anda ini kepada diri sendiri sebagai arsip  dengan menggunakan fasilitas BCC pada alamat tujuan.

Gambar dari http://www.all-free-download.com

Hard Skills VS Soft Skills, yang Lebih Dibutuhkan di Dunia Kerja (dilengkapi video)

Rabu, Januari 20, 2021 Add Comment

 

Curriculum vitae adalah media bagi pencari kerja untuk menawarkan dirinya kepada perusahaan. Yang ditawarkan kepada perusahaan adalah skill. Sejatinya semua perusahaan hanya mencari skill dalam curriculum vitae calon karyawan yang melamar kerja.

 Ada dua jenis skill, yaitu soft skill dan hard skill.

Manakah yang lebih dibutuhkan perusahaan dari karyawannya, soft skills atau hard skills?

Tentu saja dua-duanya dibutuhkan, tapi mana yang lebih penting?


Agar bisa menjawab pertanyaan itu kita harus memahami dulu apa itu soft skill dan hard skill, yang ternyata tidak mudah. Sampai sekarang, saya masih menemukan banyak orang yang tidak bisa membedakan antara soft skill dengan hard skill. Hal tersebut saya temukan dalam status di sosmed, dan dari curriculum vitae mereka.


 Definisi

 (catatan : meskipun terjemahan skill dalam bahasa Indonesia adalah keterampilan, dalam artikel ini saya tidak menerjemahkan semuanya agar lebih mudah dicerna dan nyaman dibaca)


Soft Skill

Soft skill adalah kompetensi yang dimiliki karyawan terkait dengan aktivitas seperti penanganan pelanggan, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja tim. Definisi soft skill terkadang mencakup loyalitas, antusiasme, ketepatan waktu, dan etos kerja yang kuat.

(Terjemahan Oxford Dictionary)

 

Soft skill adalah kombinasi dari interpersonal skill, social skill, communication skill, sifat karakter, sikap, atribut karir, dan kecerdasan emosional (EQ).

(Terjemahan En Wikipedia)

 

Soft skill adalah kemampuan orang untuk berkomunikasi satu sama lain dan bekerja sama dengan baik

(Terjemahan Cambridge Dictionary)

 

Hard Skill

Hard skills adalah kompetensi yang dimiliki karyawan seperti berhitung, literasi, kefasihan dalam bahasa asing, dan kemampuan teknis terkait pekerjaan tertentu (mengoperasikan mesin, membuat tabel, mengetik, mengemudi, membalut luka, dan sebagainya).

(Terjemahan Oxford Dictionary)

 

Hard skill juga disebut technical skill, adalah segala skill yang berhubungan dengan tugas atau situasi tertentu

(Terjemahan En Wikipedia)

 

Dari beberapa sumber tersebut, bila dirangkum jadi kalimat baru menjadi:

Soft skill adalah skill seseorang dalam berhubungan dengan orang lain untuk  bekerja sama dengan baik, yang juga kombinasi dari sifat karakter, sikap, atribut karir, dan kecerdasan emosional (EQ).

Hard skill adalah skill teknis yang berhubungan dengan pekerjaan tertentu atau tugas tertentu atau situasi tertentu.

Dari definisi di atas, apakah Anda sudah bisa menjawab pertanyaan?

 

Perbedaan – Perbandingan

 Agar lebih paham dan mantab dalam menjawab pertanyaan mari kita bandingkan keduanya, mengetahui ciri masing-masing dan perbedaannya.

Soft skill dibutuhkan untuk semua jenis pekerjaan. Contoh: ketekunan (Perseverance). Semua jenis pekerjaan membutuhkan ketekunan, ya khan.

Hard skill tertentu dibutuhkan untuk jenis pekerjaan tertentu. Contoh : menggambar. Banyak jenis pekerjaan yang tidak membutuhkan skill menggambar.


Soft skill sulit diukur. Bagaimana mengukur ketekunan seseorang dengan cepat?

Hard skill mudah diukur. Sangat mudah menilai kemampuan menggambar seseorang. Bisa dilakukan dengan cepat.

Karena sulit diukur, ada yang bilang bahwa soft skill itu lebih abstrak dibanding hard skill.


Soft skill lebih sulit dilatihkan dibanding hard skill. Sebagian besar porsi materi pendidikan di negara kita adalah tentang hard skill. Sulit bukan berarti tidak bisa, hanya butuh waktu lebih lama dan upaya lebih keras untuk melatih soft skill.


Soft skill tidak bisa kadaluarsa, selamanya akan digunakan di dunia kerja, selalu bermanfaat. Sampai kapanpun dibutuhkan ketekunan untuk mengerjakan sesuatu.

Hard skill bisa kadaluarsa, yaitu yang berhubungan dengan teknologi yang terus berkembang. Hard skill seseorang tentang teknologi yang sudah ketinggalan zaman tidak lagi dibutuhkan. Skill seseorang


Karena tidak bisa kadaluarsa, jenis-jenis soft tidak bertambah secara signifikan. Hanya sedikit penambahannya. Mungkin hanya menjadi lebih spesifik, terpecah dari satu jenis soft skill jadi beberapa jenis.

Sedangkan hard skill terus bertambah dengan cepat, sebanding dengan banyaknya hard skill yang sudah tidak dibutuhkan lagi.


Bila hard skill membuat seseorang mampu mengerjakan sesuatu, maka soft skill memengaruhi kualitas hasil dari pekerjaannya. Namun ironisnya, masih banyak orang yang menganggap hasil pekerjaan yang baik adalah karena kualitas hard skill saja, kurang melibatkan soft skill. Padahal sudah berkali-kali terjadi, terbukti, bahwa dua orang yang hard skillnya identik, kualitas hasil kerjanya tidak sama. Itulah bukti nyata pengaruh soft skill pada kualitas hasil kerja.

Beberapa soft skill, seperti keinginan untuk belajar (desire to learn), berpikir cepat (quick-witted), atau  kesediaan untuk belajar (willingness to learn) sangat dibutuhkan dan bermanfaat untuk mempelajari hard skill. Orang-orang yang memiliki soft skill-soft skill tersebut akan mudah memelajari dan menguasai hard skill baru.

Beberapa soft skill, seperti kemampuan menerima umpan balik (accepting feedback), ketekunan (perseverance), dan kegigihan (persistence) yang dimiliki seseorang akan membuatnya mampu meningkatkan kualitas hard skill yang sudah dimilikinya.       

 

Kebutuhan di Dunia Kerja

Dahulu, perusahaan-perusahaan hanya sibuk meningkatkan kualitas hard skill para karyawannya. Namun, akhir-akhir ini sudah banyak perusahaan yang mulai memerhatikan soft skill para karyawannya.

Perusahaan-perusahaan itu mulai sadar bahwa ternyata karyawan yang memiliki soft skill lebih mudah ditingkatkan hard skillnya. Terutama dalam menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi yang semakin ke sini semakin cepat.

Hard skill memang harus dimiliki oleh karyawan, wajib, syarat mutlak agar mereka mempunyai kemampuan dalam bekerja, seperti kemampuan mengoperasikan komputer. Dengan berkembangnya teknologi,  kemampuan mengoperasikan komputer sudah menjadi syarat mutlak untuk para karyawan. Hampir tidak ada perusahaan yang mau menerima calon karyawan yang tidak mampu mengoperasikan komputer. Bahkan, tidak cukup sekadar mampu mengoperasikan komputer, harus lebih spesifik sesuai bidangnya masing-masing, seperti kemampuan mengoperasikan aplikasi akuntansi dan kemampuan mengoperasikan software pengendali mesin.

Seorang karyawan tidak boleh mudah puas dengan hard skill yang dimiliki, karena teknologi terus berkembang, perubahaan semakin cepat. Keterampilan teknis yang dulu jadi primadona, saat ini bisa tidak dibutuhkan lagi. Seorang karyawan harus sadar akan perubahan, dan mampu mengikutinya. Sadar terhadap perubahan teknologi adalah salah satu jenis soft skill (Technology trend awareness), begitu juga dengan kemampuan mengikuti perubahan (Adaptability, Flexibility, Tolerance of change and uncertainty).

Selanjutnya, mari kita membahas jawaban pertanyaan di awal tadi :  “Manakah yang lebih dibutuhkan perusahaan dari karyawannya, soft skills atau hard skills? Manakah yang lebih penting?

Mari kita jawab dengan menggunakan contoh.

Contoh kasus pertama tentang Budi dan Bagas (hanya contoh, pemilihan nama tidak berhubungan dengan pembahasan kasus maupun kejadian nyata).

Budi dan Bagas mempunyai keterampilan teknis yang sama, tingkat penguasaannya juga sama, yaitu mengoperasikan mesin produksi.Selain mengoperasikan mesin sesuai SOP Budi rajin mencatat setiap masalah yang terjadi pada mesin tersebut, berusaha menganalisanya, dan berusaha mencari solusi untuk mengantisipasi agar masalah tidak berulang. Sementara Bagas selalu berusaha menjalankan dan mengoperasikan mesin itu sesuai SOP. Bila ada masalah Bagas akan berusaha mengatasinya sesuai SOP. Bila tidak bisa, dia akan melaporkan kepada atasannya.

Bila Anda jadi atasan mereka, dan harus memilih salah satu, siapakah yang Anda pilih?

Contoh kasus kedua lebih ekstrim. Tentang Angga dan Anton.

Angga adalah sarjana teknik IT, sedangkan Anton adalah sarjana teknik elektro.

Sebagai sarjana IT Angga sudah memiliki banyak pemahaman dan ilmu komputer baik perangkat keras maupun perangkat lunak. Angga merasa cukup puas dengan ilmu yang sudah dikuasainya sejak kuliah, IPK-nya sangat tinggi, hampir cum laude. Angga jarang meluangkan waktu untuk belajar hal-hal baru. Waktu luangnya digunakan untuk kegiatan-kegiatan pribadi bersama keluarga.

Anton memiliki semangat belajar yang tinggi, apalagi tentang teknologi-teknologi digital yang berhubungan dengan bidang pekerjaannya. Dia sering menghabiskan waktu luangnya untuk menambah ilmu dan berlatih, mengikuti pelatihan-pelatihan secara tatap muka langsung maupun online. Dia bersedia menggunakan uang pribadinya untuk itu.

Sama seperti kasus pertama, bila Anda jadi atasan mereka dan harus memilih, Anda memilih siapa?

Pada contoh pertama, Budi dan Bagas memilik hard skill yanga sama. Namun Budi memiliki soft skill yang tidak dimiliki Bagas.

Sedangkan pada contoh kedua, Angga memiliki tingkat hard skill lebih tinggi dibanding Anton, tapi Anton mempunyai soft skill yang tidak dimiliki Angga.

Sudah terjawab pertanyaannya?

 

Skill yang Dibutuhkan di Masa Depan

Meskipun kita sudah mendapatkan jawaban tentang mana yang lebih penting antara soft skill dengan hard skill, yang mungkin ada perbedaan jawaban di antara kita, kedua-keduanya sangat dibutuhkan di dunia kerja. Kita tidak bisa hanya mengembangkan salah satu saja, dan mengabaikan yang lainnya.

Anda harus mengenali dan memahami soft skill yang sudah Anda miliki, untuk Anda latih terus sehingga meningkat kualitasnya.

Karena tidak banyak bertambah seiring waktu, kita bisa membuat daftar soft skill. Silakan download tabel yang berisi 136 soft skill di sini (passwordnya disampaikan pada video di atas)

Di masa-masa yang akan datang, soft skill yang dibutuhkan perusahaan dari para  karyawannya adalah yang berhubungan dengan perubahan, karena kondisi dunia sekarang sedang mengalami perubahan yang besar dan cepat.

Jenis-jenis soft skill seperti itu di antaranya :

o   Kreativitas - Creativity

o   Adaptasi - Adaptability

o   Inovasi - Innovation

o   Berpikir cepat - Quick-witted

o   Penelitian - Research

o   Cerdas teknologi - Technology savvy

o   Kesadaran tren teknologi - Technology trend awareness

o   Toleransi pada perubahan dan ketidakpastian - Tolerance of change and uncertainty

o   Keinginan untuk belajar - Desire to learn      

 

Selain soft skill-soft skill itu, soft skill dasar juga akan tetap sangat dibutuhkan, seperti Ketegasan – Assertiveness, Kolaborasi – Collaboration, Kerja sama – Cooperation, Dedikasi – Dedication, Kepemimpinan – Leadership, Mendengarkan – Listening,  Pemikiran logis - Logical thinking, dan lain-lain (lihat tabel soft skill).                       

Bila soft skill bisa dibuat tabel, tidak demikian dengan hard skill. Sangat sulit membuat tabel hard skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja, karena setiap saat akan muncul hard skill baru mengiringi perkembangan teknologi.

Perkembangan industri saat ini, dan sampai beberapa dekade ke depan, trennya berhubungan dengan teknologi berbasis online, digital, dan remote work. Maka apapun bidang Anda sebaiknya segera kuasai hard skill yang berhubungan dengan tiga kata kunci tersebut.

·        Sarjana ekonomi kuasai soft ware aplikasi keuangan

·        Sarjana hukum kuasai dan pelajari aturan-aturan dan kebijakan publik yang berhubungan dengan teknologi digital atau online.

·        Apalagi sarjana teknik, meskipun bukan sarjana IT, harus menguasai teknologi digital.

·        Dan lain-lain

Cara Fresh Graduate Memenangkan Persaingan Mendapatkan Pekerjaan di Era Milenial - Digital | Antara Ancaman dan Peluang

Minggu, Desember 20, 2020 Add Comment

Persaingan di bursa tenaga kerja semakin ketat. Kondisi ekonomi makro yang memengaruhi ekonomi mikro perusahaan semakin memperparah ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan. Krisis ekonomi global, perkembangan politik, bencana alam, dan wabah penyakit sangat besar dampaknya terhadap kondisi keuangan perusahaan.

Jangankan yang masih belum pernah bekerja, yang sudah bekerja bertahun-tahun pun harus masuk ke ajang perebutan pekerjaan karena perusahaan tempat bekerja melakukan perampingan atau tutup.

Bagaimana peluang pencari kerja fresh graduate...?

Para fresh graduater sebaiknya membaca artikel ini sampai selesai agar mendapatkan manfaat yang maksimal.

 


Kegalauan Fresh Graduate

Mayoritas mahasiswa memiliki rencana bekerja sebagai karyawan setelah lulus kuliah. Meskipun di era milenial ini perkembangan kewirausahaan tumbuh pesat, semakin banyak anak-anak Gen Z yang bercita-cita menjadi wirausahawan, prosentase yang ingin menjadi karyawan masih jauh lebih tinggi. Bahkan yang bercita-cita jadi wirausahawan pun sebagian masih ingin menjadi karyawan dulu sebelum mendirikan perusahaan sendiri.

Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk khususnya usia produktif, persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi semakin ketat. Setiap tahun, bahkan setiap bulan bertambah sarjana-sarjana baru yang mau tidak mau harus bersaing mendapatkan pekerjaan dengan para seniornya yang lulus lebih dulu dan belum mendapatkan pekerjaan.

Di sisi lain persaingan di dunia industri juga semakin ketat. Untuk memenangkan persaingan mereka membutuhkan karyawan yang berkualitas, yang terbaik di bidangnya. Karena itu seakan-akan (saya menggunakan kata seakan-akan untuk menggambarkan kondisi yang belum final) perusahaan-perusahaan hanya mau menerima karyawan yang sudah memiliki pengalaman kerja. Maka seakan-akan (lagi) semakin kecil pula peluang fresh graduate mendapatkan pekerjaan. Benarkah seperti itu kondisinya? Tergantung...

Perusahaan (Masih) Membutuhkan Karyawan

Karyawan adalah aset penting perusahaan, modal utama untuk menghasilkan produk-produk yang berkualitas baik berupa barang maupun jasa. Sebagus apa pun bahan dasar suatu produk bila diolah tidak secara maksimal hasilnya tidak akan bagus. Tidak bisa bersaing di pasar. Secanggih apa pun mesin yang digunakan bila tidak dioperasikan dengan baik hasilnya pasti akan mengecewakan.

Sampai saat ini, dengan berkembang pesatnya teknologi, sentuhan tangan manusia masih sangat dibutuhkan. Mungkin jumlahnya sudah tidak sebanyak sebelumnya, tapi masih sangat dibutuhkan. Semua perusahaan masih membutuhkan manusia sebagai karyawannya. Meskipun ada beberapa proses yang digantikan oleh mesin-mesin canggih, masih banyak bagian-bagian yang tak tergantikan mesin. Bagian pemasaran dan penjualan masih sangat membutuhkan sentuhan tangan manusia, pendekatan emosi dan perasaan kepada pelanggan. Pada level masalah tertentu bagian pelayanan juga tidak bisa tergantikan automatisasi.

Karyawan Seperti Apa yang Dibutuhkan


Karyawan seperti apakah yang dibutuhkan oleh perusahaan di era digital?

Yang dibutuhkan perusahaan saat ini adalah karyawan yang selalu siap berubah  sesuai perkembangan zaman.

Sekarang perkembangan teknologi sangat cepat. Semua perusahaan harus mengikuti perkembangan itu atau kalah dan hancur tergilas roda perubahan.

Bila di era-era sebelumnya inovasi hanya pada tataran fungsi dan fitur produk, maka di era digital sekarang perubahan sudah pada tataran jenis produk yang melibatkan positioning, segment dan ceruk pasar, bahkan perubahan sudah memengaruhi jenis industri yang dijalankan.

Banyak perusahaan-perusahaan besar yang mampu bertahan dan berkembang karena mau berubah, bermetamorfosis, seperti Samsung dan Sonny.

Banyak juga perusahaan-perusahaan yang tumbang karena enggan berubah dan tidak segera mencari peluang baru di pasar. Perusahaan operator telekomunikasi selular pernah berjaya di zamannya. Sekarang perusahaan-perusahaan operator telekomunikasi seluler yang tersisa harus berpikir keras agar bisa bertahan menghadapi gempuran perusahaan operator WIFI, yang bisa menyediakan sarana komunikasi jauh lebih murah dengan kualitas yang hampir sama.

Perusahaan-perusahaan itu, yang sadar dan siap berubah mengikuti perkembangan zaman, membutuhkan karyawan-karyawan yang juga mampu mengimbangi perkembangan dan perubahan perusahaannya. Suatu keniscayaan bila keterampilan yang dulu sangat dibutuhkan sekarang tidak lagi digunakan.  Karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun mungkin tidak lagi dibutuhkan karena tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. Karyawan yang sudah bertahun-tahun jadi andalan bisa tersisihkan karena enggan move on, terlalu bangga pada keunggulan yang sudah kadaluarsa.

Pengalaman kerja tidak lagi bisa jadi jaminan mudah mendapatkan pekerjaan.

Keterampilan mutakhir yang kini harus dimiliki oleh pencari kerja untuk memenangkan persaingan.

Soft Skill

Apakah semua karyawan lama harus diganti karena perubahan teknologi? Khan lebih murah menggaji karyawan baru fresh graduate yang dibekali aneka pelatihan teknologi baru? Tidak sesederhana itu, dan tak perlu sedramatis begitu.

Keterampilan-keterampilan yang sesuai teknologi itu adalah hard skill. Hard skills ‘mudah’ dipelajari dan diukur. Hard skills hanya berhubungan dengan kemampuan mengerjakan sesuatu, tapi belum menjamin kualitas hasilnya. Untuk mendapatkan hasil yang terbaik dibutuhkan soft skills, seperti logical thinking (pemikiran logis), perseverance (ketekunan), persistence (kegigihan), creativity (kreativitas), critical observation (pengamatan yang kritis), dan critical thinking (berpikir kritis).

Soft skills tidak bisa dipelajari secara instan. Pelatihan seminggu tidak bisa membuat seseorang menguasai sebuah soft skill. Soft skill harus dilatih dan dipraktikkan secara terus menerus. Itulah keunggulan yang dimiliki oleh karyawan yang berpengalaman kerja : soft skill. Bila hard skills bisa kadaluarsa, ketinggalan zaman, tidak begitu dengan soft skill. Soft skill tidak bisa ketinggalan zaman, hanya perlu disesuaikan dengan hard skill terbaru. Bahkan, soft skill-lah yang dibutuhkan seseorang agar bisa selalu mengikuti perkembangan teknologi, seperti adaptability (adaptasi), business trend awareness (kepedulian terhadap tren bisnis) ,desire to learn (keinginan untuk belajar), flexibility (fleksibilitas), technology trend awareness (kepedulian terhadap tren teknologi), trainable (mudah dilatih), willingness to learn (kemauan  belajar).

Seseorang yang memiliki pengalaman kerja panjang akan memiliki soft skills, karena saat menjalankan pekerjaan dia pasti selalu menggunakannya. Semakin lama soft skill-nya akan semakin terasah. Tentu saja setiap orang memiliki tingkat soft skill yang berbeda, sesuai kemauannya meningkatkan kualitas diri, yang untuk itu juga membutuhkan soft skill : accepting feedback atau willing to accept feedback (kemauan menerima umpan balik), yang ternyata tidak dimiliki oleh semua karyawan berpengalaman kerja.

Jadi, bila perusahaan mempertahankan karyawannya yang sudah lama bekerja, bukan karena hard skill yang mereka kuasai, karena itu bisa kadaluarsa. Namun karena soft skill yang mereka miliki. Soft skill yang bisa membuat mereka tetap produktif meskipun teknologi berkembang dan kondisi berubah.

Peluang Fresh Graduate

Bagaimana dengan para pencari kerja yang belum berpengalaman kerja, fresh graduater?

Kabar baiknya adalah : mendapatkan soft skill tidak harus melalui pengalaman kerja resmi di sebuah perusahaan. Soft skill bisa didapatkan dengan banyak cara. Segala kegiatan bisa jadi media untuk mengasah dan meningkatkan soft skill, apapun itu.

Life skill, kemampuan untuk bertahan hidup adalah terdiri dari hard skill dan soft skill. Agar sukses dalam pendidikan seorang pelajar atau mahasiswa membutuhkan soft skills, yang sudah saya sebutkan tadi, seperti ketekunan, kegigihan, dan berpikir logis.

Kegiatan-kegiatan organisasi, bila dijalankan dengan serius dan bersungguh-sungguh, akan meningkatkan banyak soft skill yang sangat dibutuhkan perusahaan, seperti collaboration (kolaborasi) , cooperation (kerja sama), communication (komunikasi), dan establishing interpersonal relationships (menjalin hubungan interpersonal).

Kegiatan magang, jadi sukarelawan, proyek-proyek bisnis sederhana di lingkungan tempat tinggal, juga bisa digunakan untuk meningkatkan soft skill.

Jadi, sejatinya setiap orang memiliki peluang yang sama dalam persaingan mendapatkan pekerjaan, baik berpengalaman kerja maupun fresh graduate. Meskipun memiliki pengalaman kerja yang panjang, tapi enggan berubah dan mengasah soft skill, akan bisa dikalahkan oleh seorang fresh graduate yang semangat berlatih meningkatkan kualitas dirinya dengan berbagai kegiatan.

 

Mengemas dan Menjual Diri

Bila sudah memiliki soft skills yang dibutuhkan perusahaan, langkah selanjutnya adalah bagaimana mengemas semua itu agar terlihat dan dipertimbangkan. Untuk itu perlu kemampuan komunikasi menjual diri, suatu soft skill juga. Dibutuhkan kemampuan mengemas soft skills agar mudah terlihat oleh perusahaan.

Baik berpengalaman kerja atau pun fresh graduate, seorang pelamar kerja harus mampu meyakinkan rekruter bahwa dia memiliki sesuatu yang dibutuhkan oleh perusahaan. Dia harus bisa menunjukkannya dalam surat lamaran kerja, curriculum vitae, dan saat wawancara kerja.

Seorang pelamar kerja yang berpengalaman kerja panjang dan memiliki banyak keterampilan bisa dikalahkan oleh seorang fresh graduate yang bisa mengemas keunggulannya dengan baik sehingga mampu meyakinkan rekruter suatu perusahaan. Sangat mungkin.


Jasa Pembuatan Curriculum Vitae


Format Surat Lamaran Kerja yang Efektif dan Komunikatif (dilengkapi video)

Selasa, Desember 01, 2020 Add Comment
Banyak para pencari kerja yang berusaha mencari format surat lamaran kerja yang baik dan benar. Meskipun sebenarnya tidak ada format baku dalam menulis surat lamaran kerja, usaha mencari contoh surat lamaran kerja yang baik adalah sebuah langkah yang tepat ,karena mengirim surat lamaran kerja harus dilakukan dengan serius dan upaya maksimal.

Surat lamaran kerja adalah proses komunikasi awal dengan perusahaan. Bila proses ini dilakukan dengan asal-asalan maka jangan berharap segera mendapatkan hasil yang memuaskan.

Sebuah surat lamaran kerja haruslah ringkas karena petugas penyeleksi tidak punya waktu banyak untuk membaca setiap surat yang masuknya ratusan bahkan ribuan. Meskipun ringkas surat lamaran kerja harus sangat komunikatif sehingga mampu memikat pembacanya.


Berikut contoh format surat lamaran kerja yang ringkas dan komunikatif :



Surat lamaran kerja dibagi menjadi lima bagian yaitu :

1.      Info kontak

Berisi informasi alamat, nomor telepon, alamat email, alamat aplikasi chatting seperti  pin BB, whatsapp. Bagian ini sangat penting dan harus memudahkan petugas penyeleksi menghubungi Anda.

2.    Alamat tujuan surat

Berisi nama, jabatan, perusahaan, alamat tujuan surat lamaran Anda. Bagian 1 dan 2 ini bisa disebut sebagai kepala surat.

3.    Alasan atau tujuan surat lamaran kerja

Berisi dari mana Anda mengetahui adanya lowongan posisi pekerjaan, kenapa berminat, dan bidang kerja yang Anda minati.

4.    Penawaran keunggulan.

Berisi ringkasan atau salah beberapa pilihan keunggulan yang Anda tawarkan kepada perusahaan. Tidak perlu terlalu banyak karena Anda bisa menuliskan sisanya di resume kerja/CV.

5.     Penegasan komitmen.

Pada bagian ini Anda menegaskan komitmen ketertarikan bergabung pada perusahaan, termasuk dengan proaktif menjanjikan tindak lanjut. Bagian ini adalah penutup surat lamaran kerja.

Anda bisa menggunakan jasa penulisan surat lamaran kerja di penuliscvprofesional.com atau email ke penuliscvpro@gmail.com



Sarjana Fresh Graduate Jangan Melakukan Kesalahan Ini Bila Ingin Cepat Diterima Kerja

Senin, November 23, 2020 Add Comment

Sarjana baru lulus dan memiliki banyak pengalaman, baik dalam aktivitas organisasi, kepesertaan seminar dan pelatihan, magang, tapi mengapa tidak kunjung mendapatkan pekerjaan? Apakah semua pengalaman itu tidak penting? Tidak bermanfaat?


Melamar kerja adalah proses yang paling banyak dilakukan oleh para lulusan baru, atau fresh graduater. Meskipun saat ini sudah mulai banyak para sarjana baru yang memiliki semangat wira usaha, prosentanse sarjana yang ingin menjadi karyawan masih jauh lebih besar.

Semakin bertambahnya lulusan baru, bertambahnya sarjana, pasti menambah ketat persaingan dalam mendapatkan pekerjaan.

Salah satu proses penting melamar kerja adalah membuat curriculum vitae, dan dengan semakin ketatnya persaingan, tuntutan untuk membuat curriculum vitae yang berkualitas pun semakin meningkat.

Ada dua kesalahan yang paling sering dilakukan oleh para sarjana fresh graduate, dalam membuat curriculum vitae sehingga tidak kunjung mendapatkan pekerjaan.

1.     Membuat Curriculum Vitae yang minim data.

2.     Membuat Curriculum Vitae yang terlalu panjang.

Dua kesalahan ini menyebabkan petugas rekruter gagal menemukan alasan untuk memilih si pelamar kerja.  Petugas rekruter tidak bisa menemukan point-point keunggulan si pelamar dalam curriculum vitaenya.

Untuk kesalahan pertama, solusinya bisa dibaca di artikel : Menulis Pengalaman Kerja di Curriculum Vitaebagi Fresh Grad

 

“...kesalahan pertama bisa dipahami, karena memang minim data. Tapi mengapa petugas rekruter gagal menemukan point keunggulan dalam curriculum vitae yang terlalu panjang? Bukannya semakin panjang curriculum vitae semakin banyak juga point keunggulan di dalamnya???”

 

Memang benar bahwa menambah point keunggulan pada curriculum vitae akan membuatnya lebih panjang. Namun bila terlalu panjang justru akan menyebabkan keunggulan-keunggulan itu sulit terbaca oleh petugas rekruter, atau bahkan terabaikan.

Hal itu terjadi karena :

a.     Karena harus membaca banyak curriculum vitae, petugas rekrutmen tidak punya waktu yang lama untuk membaca setiap curriculum vitae. Rata-rata petugas rekrutmen hanya punya waktu tiga menit untuk membaca satu curriculum vitae dengan seksama.

b.     Petugas rekrutmen hanya tertarik pada point-point keunggulan yang dicari sesuai kebutuhan perusahaan.

c.      Suatu hal yang aneh dan konyol bila seorang sarjana fresh graduate memiliki curriculum vitae yang panjang berlembar-lembar. Fresh Graduate = belum punya pengalaman kerja. 

Ilustrasi lebih jelas bisa dilihat di video berikut :



Surat Lamaran Kerja Menggunakan Tulisan Tangan ? (dilengkapi video)

Senin, November 23, 2020 Add Comment

Sampai saat ini masih banyak orang yang menyarankan untuk membuat surat lamaran kerja menggunakan tulisan tangan.  Banyak sekali artikel di blog internet tentang ‘cara membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar’  yang menyampaikan bahwa lebih baik menulis surat lamaran kerja secara manual atau tulis tangan dibanding dalam bentuk print out. Mereka memiliki beberapa alasan mengapa lebih baik membuat surat lamaran kerja secara manual atau tulis tangan :

a.      Menulis surat lamaran kerja dengan tulisan tangan menunjukkan keseriusan melamar kerja, karena harus ditulis satu persatu.
b.     Perusahaan lebih suka menerima surat lamaran kerja yang ditulis tangan, bukan diketik atau printout.
c.      Tulisan tangan dalam surat lamaran kerja bisa digunakan perusahaan untuk menilai karakter sang pelamar. Dengan menggunakan ilmu graphology goresan tulisan bisa menunjukkan karakter penulisnya. Dengan cara ini pihak perusahaan sudah melakukan seleksi awal psikologi.
d.     Surat lamaran kerja yang ditulis tangan lebih mengesankan dan personal (personal approach)

Jasa Pembuatan Curriculum Vitae


Benarkah surat lamaran kerja yang ditulis tangan lebih baik dibanding yang diketik? Benarkah surat lamaran kerja yang menggunakan tulisan tangan mampu meningkatkan peluang diterima kerja?

Mari kita lihat faktanya...




Fakta pertama;  Membuat surat lamaran kerja harus serius dan bersungguh-sungguh dengan diketik maupun ditulis tangan. Seorang pencari kerja harus berupaya maksimal dalam membuat surat lamaran kerja. Dia harus membuat setiap surat lamaran kerja dengan perhatian penuh untuk setiap perusahaan, tidak asal menyalin atau copy-paste. Bisa jadi meskipun membuat dengan tulisan tangan, seorang pelamar kerja asal menulis sebanyak-banyaknya surat lamaran kerja dengan mencontek surat lamaran milik orang lain dan hanya mengganti sebagian data. Sebaliknya, meskipun dengan cara mengetik, tidak tulis tangan, seorang pelamar kerja sangat serius membuat surat lamaran kerja satu-persatu untuk setiap perusahaan. Upaya  mengetik surat lamaran kerja dengan perhatian penuh, kemudian berusaha mencetaknya untuk hasil printout yang terbaik, bahkan harus ke tempat jasa cetak/printout, adalah tanda seseorang memiliki kesungguhan dan keseriusan dalam melamar kerja. Hasil berupa surat lamaran kerja yang menarik yang harus dinilai sebagai keseriusan dan kesungguhan dalam melamar kerja, baik diketik maupun tulis tangan.


Fakta kedua; Sekarang, banyak perusahaan yang hanya mau menerima surat lamaran kerja melalui email, dan hampir tidak ada yang mensyaratkan untuk mengirim surat lamaran kerja dengan ditulis tangan. Suatu informasi yang tidak tepat bila disampaikan bahwa banyak perusahaan lebih suka surat lamaran kerja tulis tangan.  Bahkan banyak juga perusahaan yang hanya membutuhkan curriculum vitae, tanpa surat lamaran kerja. Beberapa perusahaan besar menyediakan aplikasi untuk mengunggah curriculum vitae di website resmi perusahaannya, atau kolom-kolom yang harus diisi informasi oleh para pelamar kerja. Kecenderungan menerima lamaran kerja secara online pada perusahaan-perusahaan besar dikarenakan lebih banyak manfaat yang didapat perusahaan dibanding menerima lamaran kerja secara offline, antara lain :

·        Menunjang gerakan paperless, gerakan mengurangi penggunaan kertas sebagai bagian dari gerakan penyelamatan alam.
·        Lebih mudah dan cepat melakukan perekaman data ke dalam database perusahaan.
·        Lebih mudah melakukan seleksi kandidat karyawan yang dipilih untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya.
·        Lebih hemat, karena pada proses selanjutnya dalam berkomunikasi dengan calon karyawan cukup menggunakan email, tanpa harus mengeluarkan biaya kurir atau pos konvensional.

Jasa Pembuatan Surat Lamaran Kerja


Manfaat yang besar menggunakan sistem online dalam menerima lamaran kerja membuat para perusahaan jasa rekrutmen yang disewa perusahaan juga memilih menggunakan cara online dalam melakukan rekrutmen.

Surat lamaran kerja yang ditulis tangan bisa berpotensi menyulitkan petugas HRD yang membacanya, bila tulisan tidak standard atau susah dibaca. Petugas HRD pasti lebih suka dan nyaman membaca surat lamaran kerja yang diketik rapi, menggunakan ukuran font yang tidak terlalu kecil dan mudah dibaca, di atas kertas yang rapi dan bersih, dibanding surat lamaran kerja yang ditulis tangan dengan ukuran huruf yang tidak standard dan bentuk yang sulit dikenali.

Fakta ketiga; Melakukan seleksi surat lamaran kerja dan melakukan penilaian karakter pelamar kerja berdasarkan goresan tulisannya adalah dua hal yang berbeda dan dilakukan oleh petugas yang berbeda. Petugas HRD yang melakukan seleksi surat lamaran kerja akan fokus pada konten atau data dalam surat lamaran kerja tersebut. Sedangkan petugas HRD yang menilai karakter pengirim surat lamaran kerja akan fokus pada goresan tulisan tangan. Jadi, seleksi berdasarkan karakter yang dinilai dari goresan tulisan tangan baru bisa dilakukan setelah surat lamaran kerja lulus seleksi berdasarkan konten atau data yang terkandung di dalam surat.

Namun, menilai karakter pelamar kerja berdasarkan goresan tulisan tangan pada surat lamaran kerja sangatlah tidak tepat dan kurang bijak. Tidak semua pelamar kerja bisa menulis dengan huruf yang rapi dan mudah dibaca. Memang benar bahwa penilaian karakter seseorang dari goresan tulisan tangan tidak berdasarkan kerapian atau jelas tidaknya tulisan dibaca, tapi surat lamaran kerja dengan tulisan tangan yang sulit dibaca akan memiliki peluang yang rendah untuk bisa lulus seleksi berdasarkan konten atau data. Surat lamaran kerja milik pelamar kerja yang tidak bisa menulis dengan rapi dan mudah dibaca akan tersisih sebelum sampai pada penilaian karakter berdasarkan goresan tulisan.  Akhirnya, agar bisa mengirim surat lamaran kerja yang lebih rapi dan mudah dibaca, para pelamar kerja tersebut meminta bantuan orang lain untuk menuliskan surat lamaran kerjanya. Bila itu terjadi, maka hasil penilaian karakter berdasarkan goresan tulisan tangan menjadi tidak valid.

Bila perusahaan ingin melakukan penilaian karakter kandidat karyawannya dengan metode graphology, lebih baik dan bijak tidak menggunakan surat lamaran kerja. Para pelamar kerja yang terpilih sebaiknya dipanggil dan disuruh menuliskan sesuatu di depan petugas, sehingga bisa dipastikan bahwa goresan tulisan tangan benar-benar milik yang bersangkutan, dan perusahaan tidak kehilangan peluang mendapatkan karyawan yang memiliki potensi tinggi namun tulisan tangannya sulit dibaca.

Fakta keempat; Surat lamaran kerja yang mengesankan personal adalah yang ditulis khusus secara spesifik untuk suatu perusahaan, diketik maupun ditulis tangan. Meskipun ditulis tangan tapi isinya sama untuk banyak perusahaan, tidak akan membuat surat lamaran kerja terkesan personal. Kesan personal dalam suatu surat lamaran kerja sangat tergantung isinya. Untuk membuat surat lamaran kerja yang mengesankan personal, seorang pelamar kerja harus banyak mengetahui informasi tentang perusahaan yang kemudian menggunakannya sebagai isi surat lamaran kerja. Isi surat lamaran kerja yang dia tulis akan berbeda untuk perusahaan yang berbeda.

Dari beberapa fakta di atas kita dapat menemukan kebenaran bahwa surat lamaran kerja dengan ditulis tangan tidak lebih baik dari surat lamaran kerja yang diketik atau printout. Bahkan dalam beberapa hal surat lamaran kerja yang ditulis tangan menyebabkan kurang efektif dan merugikan.

Surat lamaran kerja yang baik dan benar, ditulis tangan maupun diketik, adalah yang

Jasa Pembuatan Curriculum Vitae dan Surat Lamaran Kerja
·        Jujur
Isinya harus berisi informasi yang sesungguhnya, sehingga pelamar kerja harus membuat sesuai keadaan dirinya, bukan berdasarkan contoh dari teman atau internet.
·        Nyaman dibaca
Bila diketik gunakan font yang sederhana dan mudah dibaca, menggunakan spasi satu sampai satu setengah.
·        Menarik
Boleh menambahkan ornamen dan warna, namun tidak terlalu ramai, sekedar membuat surat lamaran terlihat lebih segar dan indah
·        Tidak lebih dari satu halaman yang persuasif
Surat lamaran kerja tidak lebih dari satu halaman, yang berisi kalimat-kalimat persuasif mengandung selling point. Bila memiliki banyak selling point, masukkan yang point-nya paling tinggi ke dalam surat lamaran kerja, sisanya cantumkan dalam curriculum vitae.

Cara paling efektif membuat surat lamaran kerja yang baik dan benar adalah dengan menggunakan jasa pembuatan curriculum vitae profesional.


7 Manfaat Menggunakan Desain Curriculum Vitae yang Bagus

Kamis, November 29, 2018 Add Comment

Banyak orang yang beranggapan bahwa curriculum vitae itu tidak perlu menggunakan desain khusus, biasa saja yang penting isinya bagus. Suatu anggapan yang tidak sepenuhnya keliru, dan tidak sepenuhnya benar. Memang benar bahwa isi curriculum vitae adalah yang paling penting, sebagaimana Anda sebagai karyawan atau kandidat karyawan. Kualitas diri Anda jauh lebih penting daripada sekedar penampilan Anda.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa kesan pertama sangatlah menentukan. Tidak bisa dihindari bahwa sebelum menemukan jati diri Anda yang sangat berkualitas, orang lain akan menilai diri Anda dari penampilan terlebih dahulu. Maka tanggungjawab Anda sendiri untuk mampu berpenampilan sesuai kualitas jati diri.

Mungkin Anda memiliki kualitas luar biasa, berkelas tinggi, yang Anda tuangkan dalam curriculum vitae. Namun semua itu akan sia-sia bila orang yang membaca curriculum vitae Anda sudah enggan membacanya dengan sepenuh perhatian sehingga banyak point-point penting dalam curriculum vitae Anda terlewat tidak terbaca.

Agar orang yang membaca curriculum vitae, yaitu pejabat atau petugas Departemen Sumber Daya Manusia yang melakukan seleksi calon karyawan, berkenan membaca dengan sepenuh perhatian, maka Anda harus bisa membuat mereka tertarik dan antusias membacanya. Curriculum vitae Anda harus bisa mengesankan mereka pada pendangan pertama.

Desain curriculum vitae yang baik bukan hanya mampu menarik perhatian, tapi juga bisa membuat CV nyaman dibaca, menonjolkan selling point.

Berikut 7 manfaat desain curriculum vitae :
1.     Mewakili Karakter

Jasa Desain CV Profesional

Desain curriculum vitae yang baik mewakili karakter pemiliknya. Itulah yang dirasakan oleh pembacanya. Petugas atau pejabat bagian Sumber Daya Manusia yang membaca curriculum vitae akan menganggap dan merasakan karakter Anda dari desainnya. Curriculum vitae yang menarik mewakili karakter pemiliknya yang menarik, dan sebaliknya. Curriculum vitae yang kurang menarik mewakili karakter pemiliknya yang kurang menarik.
Desain currriculum vitae juga tergantung karakter data. Agar tampil menarik dan mudah dibaca, desain curriculum vitae harus menyesuaikan postur data yang ada. Karena itulah sebaiknya tidak asal menggunakan template curriculum vitae, asal memasukkan data ke dalam template desain curriculum vitae, sehingga tidak menarik dan kurang nyaman dibaca

2.     Menunjukkan Kelas

Jasa Desain CV Profesional

Desain atau penampilan curriculum vitae menunjukkan kelas profesionalitas pemiliknya. Para profesional yang berkelas pasti tidak akan mengirimkan curriculum vitae secara asal-asalan. Profesional berkelas pasti akan menjaga penampilan curriculum vitaenya agar sesuai dengan kelas mereka. Hanya para amatir, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru lulus sekolah, yang mengirim curriculum vitae secara asal-asalan. Karena itu, bila Anda merasa memiliki kelas profesionalitas yang tinggi, tidak mungkin mau mengirimkan curriculum vitae yang tidak sesuai kelas Anda.

3.     Memikat

Jasa Desain CV Profesional

Seperti yang disampaikan di awal, kesan pertama sangatlah menentukan. Desain curriculum vitae yang baik mampu mengesankan petugas penyeleksi calon karyawan sehingga berkenan membacanya secara seksama dengan perhatian penuh. Surat lamaran dan curriculum vitae Anda harus bersaing dengan ratusan surat yang masuk. Sebelum Anda menyampaikan isi curriculum vitae yang sangat powerful, curriculum vitae Anda harus berlomba memikat perhatian petugas SDM yang menyeleksi surat masuk.

4.     Menguatkan Isi/Konten

Jasa Desain CV Profesional

Desain curriculum vitae yang baik mampu menguatkan isinya, mampu menonjolkan kekuatan-kekuatan diri yang Anda tawarkan kepada perusahaan. Desain curriculum vitae yang baik tidak asal menggunakan ornamen atau warna yang menarik tapi justru melemahkan isinya. Alih-alih tertarik membaca, bisa jadi petugas HRD akan bingung dan tidak menemukan potensi dalam curriculum vitae Anda.
Pemasangan ornamen yang tidak tepat, pemilihan font yang tidak proporsional dan warna yang tidak sesuai akan membuat isi curriculum vitae menjadi sulit terbaca.
Penggunaan ornamen, font, dan warna pada desain curriculum vitae harus bertujuan untuk menguatkan isinya sehingga nyaman dibaca, mudah menemukan point-point penawaran di dalamnya.

5.     Menegaskan Komitmen

Jasa Desain CV Profesional

Curriculum vitae yang menggunakan desain profesional menunjukkan komitmen yang lebih baik dibanding curriculum vitae dengan desain asal-asalan. Hanya para pencari kerja yang memiliki komitmen tinggi yang mau serius memiliki curriculum vitae dengan kualitas maksimal, curriculum vitae yang memiliki desain maupun konten terbaik. Profesional yang memiliki komitmen tinggi selalu berusaha memberikan yang terbaik. Mereka tidak mau mengerjakan sesuatu setengah-setengah, apalagi asal-asalan. Mereka selalu serius dan fokus dalam mengerjakan sesuatu, termasuk dalam mengirim surat lamaran kerja beserta curriculum vitae.

6.     Menghibur

Jasa Desain CV Profesional

Petugas SDM yang menyeleksi curriculum vitae adalah manusia biasa yang memiliki perasaan. Suasana hati mereka sangat mempengaruhi pertimbangan untuk memilih calon karyawan berdasarkan curriculum vitae. Apalagi mereka harus membaca ratusan surat yang masuk sejak pagi, seharian. Curriculum vitae Anda yang memiliki desain indah akan menghibur mereka, menyegarkan suasana hati mereka. Curriculum vitae dengan desain yang baik akan membantu petugas HRD menyegarkan perasaan setelah sejak pagi berkutat membaca ratusan CV yang monoton kurang menarik.

7.     Mempengaruhi Keputusan

Jasa Desain CV Profesional

Bila ada lima curriculum vitae dengan kualitas isi yang sama, maka pertimbangan berikutnya untuk memilih yang terbaik adalah berdasarkan kualitas desainnya. Atau bisa jadi, bahkan, curriculum vitae yang memiliki kualitas isi yang sedikit lebih bagus dikalahkan oleh curriculum vitae yang memiliki desain lebih bagus.


Jasa Desain CV Profesional

Jasa Desain CV Profesional