Membuat CV yang Menarik dan Menjual Bagi Career Changer

Rabu, Desember 14, 2016 Add Comment
Berikut contoh CV yang menarik dan menjual untuk career changer yang sudah memiliki banyak pengalaman kerja :

jasa pembuatan CV

Jasa Pembuatan CV murah jakarta


Bila job hunter yang bingung saat membuat curriculum vitae karena merasa belum memiliki pengalaman kerja sehingga tidak tahu harus menuliskan apa, maka carrer fighter juga bingung saat membuat CV karena tidak tahu yang mana yang harus ditulis.

Orang  yang sudah memiliki banyak pengalaman di dunia kerja pasti memiliki list panjang riwayat pekerjaan. Apalagi yang sudah mendekati posisi Top Management. Dia pasti sudah pernah menjalani beberapa level posisi pekerjaan. Bila ditulis semua pasti akan menjadi berlembar-lembar.

Tentu saja beda strategi, antara job hunter yang belum berpengalaman dengan carrer fighter yang banyak pengalaman, dalam membuat curriculum vitae.

Semakin tinggi level posisi pekerjaan yang dibidik semakin tinggi pula level petugas yang akan melakukan seleksi kandidat karyawan di posisi tersebut, sedangkan pejabat yang memiliki level posisi yang tinggi di perusahaan pastilah sangat sibuk, sehingga semakin tidak punya waktu banyak untuk membaca curriculum vitae. Memang biasanya, top management yang melakukan seleksi karyawan sudah mendapatkan summary dari pejabat di bawahnya tentang para kandidat karyawan yang akan diseleksi dan tentu saja pengaruh subyektifitas dari pembuat summary sangatlah besar. Karena itu sangatlah penting bila curriculum vitae harus ringkas dan mudah dibaca, sehingga Top Management bisa dan berkenan langsung membacanya tanpa harus dibuatkan summary lagi.

Seperti apa curriculum vitae yang ringkas sehingga pejabat yang hanya punya waktu sangat sedikit berkenan membacanya?
Maksimal satu halaman...tidak lebih...Atau paling tidak halaman pertama dari curriculum vitae itu sudah mewakili keseluruhan point-point penting yang ditawarkan kepada perusahaan. Dengan hanya membaca satu halaman, atau halaman pertama saja pejabat perusahaan sudah terkesan dan terpengaruh untuk memilihnya.

Design dan konten dari halaman pertama curriculum vitae ini sangatlah penting dan menentukan. Design curriculum vitae yang tepat (atau bagus) akan membuat sang pejabat perusahaan merasa tertarik dan nyaman membacanya. Konten yang baik harus berisi susunan kalimat dan pilihan kata yang tepat sehingga bisa mewakili pesan-pesan, yang banyak sekali, dalam satu halaman yang mudah dipahami dan mengesankan  pembacanya. Dalam sekali baca bisa tertangkap pesan-pesan yang ingin disampaikan, tanpa perlu mengernyitkan dahi atau berulang-ulang membacanya karena kata dalam kalimat yang sulit dipahami. Bila pun tetap ingin menuangkan semua informasi perjalanan karir dalam curriculum vitae, paling tidak pada halaman pertama dipilih informasi atau pesan yang paling penting dan paling memiliki daya pengaruh. Sehingga sebegitu besar daya pengaruh pesan-pesan di halaman pertama, pejabat yang hanya memiliki sedikit waktu pun  tertarik untuk melanjutkan membaca informasi-informasi lain di halaman berikutnya sampai tuntas. Tantangan yang menarik khan...?

Bagaimana bisa memasukkan informasi-informasi penting tentang perjalanan karir selama lebih dari sepuluh tahun hanya dalam satu halaman...? Perusahaan yang pernah jadi tempat berkarir ada lima, dan di setiap perusahaan ada lebih dari satu jabatan yang pernah dijalani. Sedangkan di setiap posisi pekerjaan terdapat wewenang dan uraian beberapa tugas  yang berbeda-beda, yang sebagian besar perlu dan penting untuk dicantumkan dalam curriculum vitae. Bagaimana memilah dan memilihnya lagi?

Sebelum memilah dan memilih informasi sehingga bisa cukup dalam satu halaman curriculum vitae, sangat penting untuk mengetahui dan memahami informasi-informasi yang sebenarnya dibutuhkan oleh pihak perusahaan.
Sebenarnya perusahaan membutuhkan informasi berupa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang  harus dijawab secara bertahap :

I.           Apa yang Anda tawarkan kepada perusahaan?
Jawaban dari pertanyaan ini adalah segala keunggulan-keunggulan yang dimiliki berupa :
·        Kualifikasi : sertifikasi, ijazah, dan dokumen yang mewakili keunggulan lainnya.
·        Segala keterampilan baik hard skill maupun soft skill yang tidak tertuang dalam dokumen namun bisa dibuktikan secara konkrit saat wawancara kerja.
·        Pengalaman dan prestasi yang pernah diraih.
·        Keunggulan lain, seperti bakat alam, keunggulan fisik.
Selain keunggulan-keunggulan tersebut tidak perlu dipilih.

II.       Kontribusi apa yang bisa Anda berikan untuk memajukan perusahaan?
Jawaban dari pertanyaan ini adalah dengan memilah lagi informasi-informasi pada jawaban pertanyaan pertama dan hanya dipilih segala keunggulan yang bisa digunakan untuk memajukan perusahaan, selain itu dikeluarkan dari daftar. Pada tahap ini informasi keunggulan harus spesifik mengerucut pada satu bidang sesuai dengan posisi yang Anda bidik atau ditawarkan perusahaan.

III.    Apa yang membuat Anda lebih pantas dipilih dibanding kandidat-kandidat lain?
Segala informasi pada jawaban pertanyaan kedua dipilah lagi dan dipilih hanya yang unik atau hanya kombinasi spesial antar keunggulan-keunggulan itu yang tidak dimiliki oleh kandidat lain. Keunggulan-keunggulan klise, yang dimiliki juga oleh banyak kandidat lain dikeluarkan saja dari daftar. Bisa jadi, bahkan, Anda mengeluarkan ijazah pendidikan dari daftar karena terlalu biasa dan tidak spesial.

Informasi-informasi dari jawaban pertanyaan ketiga inilah yang dimasukkan ke dalam satu halaman curriculum vitae. Bila Anda benar-benar selektif, benar-benar hanya mencari point-point spesial yang tidak dimiliki oleh kandidat lain, akan Anda temukan dan pahami bahwa ternyata:
  • -         Wewenang yang pernah Anda miliki dalam posisi jabatan tidaklah istimewa, tetapi apa yang bisa Anda hasilkan dengan wewenang itulah yang luar biasa.
  • -         Ijazah dan sertifikat tidak dibutuhkan perusahaan, tapi karya  nyata yang dihargai perusahaan.
  • -         Segala uraian tugas tidak berarti apa-apa tanpa pencapaian target.

Agar satu halaman curriculum vitae menarik dan nyaman dibaca Anda harus mendesignnya sebaik mungkin. Gunakan dua kolom dalam satu halaman. Pilih font yang sederhana sehingga tetap mudah dan nyaman dibaca bila ukuran fontnya sebelas seperti Cambria, Calibri, Times New Roman, Arial Dan Calisto MT. Pilih ukuran kertas yang umumnya digunakan yaitu A4 atau Legal dengan spasi cukup satu. Margin atas, kiri, bawah, dan kanan bisa diminimalkan.

Dalam menuliskan prestasi Anda bisa mengumpulkannya jadi satu kolom/section dengan tampilan yang mencolok sehingga mudah terbaca. Bila prestasi sangat banyak maka Anda bisa bagi berdasarkan range waktu riwayat pekerjaan, sehingga dalam riwayat pekerjaan hanya berisi nama perusahaan, posisi, rentang waktu dan prestasi yang dicapai.

Sebaiknya prestasi-prestasi atau pencapaian Anda dituangkan dalam nominal angka atau prosentase.

Menuliskan keterampilan, agar lebih menarik dan eye catching, bisa dituangkan dalam bentuk grafik atau simbol yang menunjukkan level kemampuan Anda.

Selain keunggulan-keunggulan spesial jangan lupa untuk mencantumkan personal informasi Anda yaitu alamat, nomor telepon, alamat email, dan alamat website bila ada. Saat ini sudah banyak perusahaan yang membutuhkan alamat akun sosial media yang dibutuhkan untuk mereview lebih jauh para kandidat karyawan, karena itu pastikan nama akun sosial media sudah mengesankan profesional sebelum Anda cantumkan dalam curriculum vitae.

Bila masih tidak tega untuk membuang informasi-informasi lain Anda bisa memasukkannya ke dalam halaman berikutnya, tetapi usahakan curriculum vitae tidak lebih dari tiga halaman.


Bila Anda masih mengalami kesulitan silakan hubungi Penulis CV Profesional melalui WA 081 555 88 2600 atau email penuliscvpro@gmail.com.

Contoh CV Fresh Graduate yang Menarik

Minggu, Desember 11, 2016 Add Comment
Para pencari kerja yang baru lulus sekolah, atau kuliah, bisanya bingung dalam menulis curriculum vitae. Mereka yang merasa belum memiliki pengalaman kerja, tidak tahu apa yang harus ditulis dalam curriculum vitae.

Sebagian dari mereka menuliskan informasi-informasi dasar yang tidak penting seperti tempat lahir, tempat mereka bersekolah dasar, dan justru tidak mencantumkan informasi-informasi yang memiliki selling point seperti mata kuliah-mata kuliah yang dikuasai. Curriculum vitae mereka jadi tanpa selling point, sangat sedikit informasi yang bisa membuat pihak perusahaan tertarik.

Sebaliknya, sebagian yang lain dari mereka terlalu bersemangat dengan memasukkan semua informasi dalam curriculum vitae, yang penting dan tidak penting bercampur jadi satu sehingga jadi berlembar-lembar. Tentu saja terasa konyol seseorang yang baru lulus dan belum pernah bekerja memiliki curriculum vitae berlembar-lembar.
Jangankan untuk sarjana yang baru lulus, bagi mereka yang memiliki pengalaman bejibun pun tidak disarankan memiliki curriculum vitae berlembar-lembar karena petugas penyeleksi hanya punya waktu pendek untuk membacanya mengingat banyaknya surat lamaran kerja yang masuk setiap hari.

Beberapa sarjana yang baru lulus merasa curriculum vitae-nya terasa hampa atau kurang ‘penuh’ informasi. Bila semua informasi penting , yang memiliki selling point tinggi sudah dituangkan, maka tidak perlu memaksakan memasukkan informasi-informasi tambahan yang tidak relevant, justru akan melemahkan.

Untuk mensiasati agar tidak terasa hampa Anda bisa memainkan layout atau design curriculum vitae. CV Anda akan terlihat lebih menarik, eye catching, dan menguatkan informasi keunggulan yang akan Anda tawarkan kepada perusahaan.
Berikut contoh CV yang menarik meskipun berisi informasi sederhana dari Sarjana yang baru lulus / Fresh Graduate :

Contoh CV yang menarik


Contoh CV ini dibuat hanya menggunakan Microsoft Word.


Sebagai sarjana yang baru lulus (fresh graduate) Anda harus kreatif menghias curriculum vitae sehingga semakin menarik,  namun tidak menghalangi pembaca menangkap selling point yang Anda tawarkan.
Berikut contoh CV kreatif yang menguatkan selling point.


contoh CV kreatif

Contoh CV kreatif ini juga dibuat dengan menggunakan Microsoft Word. Anda tidak harus menggunakan aplikasi-aplikasi rumit untuk kreatif membuat curriculum vitae yang menarik.


Curriculum vitae yang baik memiliki informasi yang jelas, informasi pilihan yang berisi keunggulan-keunggulan diri dan mudah terlihat saat dibaca. 

Berikut contoh CV yang baik dan menarik :
contoh CV yang baik


Sama seperti dua contoh sebelumnya, contoh CV yang baik ini juga dibuat menggunakan Microsoft Word, sehingga lebih mudah bila akan melakukan update atau koreksi data.

Anda yang belum pernah bekerja secara profesional full time di sebuah perusahaan akan memiliki peluang lebih besar untuk diperhitungkan mengikuti proses rekrutmen selanjutnya karena curriculum vitae yang menarik, dibanding pelamar lain yang lebih berpengalaman tapi curriculum vitaenya tidak menarik sehingga petugas penyeleksi enggan membacanya.

Anda bisa menggunakan jasa pembuatan curriculum vitae yang akan membuatkan CV yang paling menarik menggunakan Microsoft Word dengan menghubungi http://www.penuliscvprofesional.com 

Jasa Pembuatan Curriculum Vitae (CV)

Menulis Pengalaman Kerja di Curriculum Vitae bagi Fresh Grad

Selasa, Oktober 18, 2016 3 Comments
Pengalaman kerja adalah senjata utama para pemburu kerja. Informasi pengalaman kerja bagaikan garam dalam bumbu makanan, tanpanya makanan tidak akan bisa lezat. Curriculum vitae tanpa keterangan pengalaman kerja akan terasa hambar, atau kurang ‘nendang’...

Curriculum vitae bagi fresh graduate

Pemburu kerja yang baru lulus kuliah bukan berarti tidak punya pengalaman kerja. Banyak yang memiliki anggapan salah tentang ‘pengalaman kerja’, beranggapan bahwa hanya pengalaman bekerja pada suatu perusahaan saja yang bisa dimasukkan dalam curriculum vitae pada kolom pengalaman kerja. Bahkan meskipun sudah memiliki perusahaan sendiri pun merasa belum memiliki pengalaman kerja. Pengalaman kerja banyak disalah artikan sebagai pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan. Padahal  semua pengalaman beraktivitas yang mengandung nilai ekonomis dan profesionalisme, yang dilakukan di suatu perusahaan, di organisasi, di kampus, di masyarakat, bahkan di rumah, bisa di-klaim sebagai pengalaman kerja.

Masalahnya, banyak petugas penyeleksi yang juga memiliki anggapan salah ini, nah...Maka Anda harus mampu menyajikannya dengan baik di curriculum vitae sehingga bisa mengesankan pembacanya.

Perusahaan sebenarnya mencari karyawan yang sudah punya semangat kerja, tidak hanya memiliki semangat belajar. Ada perbedaan besar antara atmosfir belajar di sekolah atau kampus, dengan atmosfir kerja di lingkungan perusahaan. Perusahaan tidak mau menampung calon karyawan yang belum siap dan memiliki semangat kerja. Calon karyawan yang baru lulus sekolah atau kuliah, yang belum memiliki semangat kerja dianggap akan hanya membebani perusahaan.

Tentang transisi dari semangat belajar menjadi semangat kerja, akhir-akhir ini banyak perusahaan yang menjalankan program ‘Management Trainee”. “Management Trainee” adalah program transisi bagi karyawan baru yang baru lulus kuliah –yang memiliki prestasi akademik tinggi- untuk disiapkan menduduki posisi midle management.

Terlepas dari adanya program “Management Trainee” ini, curriculum vitae yang berisi selling point tinggi dalam hal ‘pengalaman kerja’ tetap memiliki peluang lebih besar untuk dipilih sebagai peserta tahapan rekrutmen selanjutnya.

Semua aktifitas Anda yang memiliki selling point dan bernuansa profesionalisme bisa dituangkan di curriculum vitae sebagai pengalaman kerja. Anda harus menyajikannya di curriculum vitae secara tepat sehingga petugas penyeleksi karyawan menyadari bahwa itu adalah keunggulan.
Aktifitas yang bisa dijadikan pengalaman kerja :

-         Pengalaman organisasi
Aktifitas saat mengikuti organisasi adalah keunggulan yang bisa diungkap dalam curriculum vitae sebagai pengalaman kerja. Kebanyakan para pemburu kerja hanya menuliskan jabatan di organisasi, dan yang lebih konyol lagi jabatannya adalah hanya sebagai anggota.
Seharusnya keterangan sebagai anggota organisasi jangan ditampilkan dalam curriculum vitae, tapi tampilkan apa yang sudah Anda lakukan saat menjadi anggota organisasi. Anda boleh menuliskan jabatan dalam organisasi bila memang memiliki jabatan struktural, dengan tetap diikuti aktifitas apa saja yang dilakukan saat menjabat.
Contoh :
Sekretaris BEM
o   Melaksanakan dan mengontrol seluruh kegiatan administrasi seperti surat-menyurat, pembuatan proposal, pembuatan laporan, dan notulensi.
o   Mengontrol dan melakukan evaluasi WEB, Sosial Media, dan segala kegiatan BEM di dunia maya.
Pencapaian :
§  Berhasil merumuskan SOP pelaksanaan kegiatan yang lebih efektif.

Aktifitas dalam organisasi bukan hanya organisasi sekolah atau kampus, pengalaman berorganisasi selain itu juga bisa dicantumkan seperti komunitas hobi, komunitas sosial, karang taruna, dan lain sebagainya.

-         Pengalaman magang
Aktifitas saat magang adalah selling point yang tinggi dalam curriculum vitae. Sekali lagi, itu bisa memiliki point bila cara penyajiannya tepat. Kebanyakan pemburu kerja hanya menuliskan tempat dan waktu magangnya, tanpa menjelaskan apa yang dilakukan selama magang. Mereka menganggap nama besar tempat mereka magang cukup sebagai selling point. Anggapan itu ada benarnya, tetapi tanpa menjelaskan apa yang dikerjakan saat magang selling pointnya sangat rendah

-         Kegiatan sosial
Menjadi sukarelawan suatu kegiatan sosial juga bisa dicantumkan dalam curriculum vitae. Kegiatan membina anak-anak jalanan adalah pengalaman Anda dalam mengelola sumber daya manusia. Kegiatan membina ibu-ibu PKK mengelola bahan-bahan daur ulang kemudian menjualnya adalah pengalaman profesional Anda dalam bidang produksi sekaligus penjualan.

-         Usaha atau proyek keluarga
Banyak pemburu kerja kurang pede mencantumkan pengalaman mendukung usaha keluarga dalam curriculum vitae. Padahal yang mereka lakukan dalam usaha keluarga tersebut bisa jadi memiliki selling point lebih tinggi dibanding pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan. Pengalaman Anda sebagai marketing creative dalam usaha roti keluarga bisa lebih bernilai dibanding pengalaman kerja hanya sebagai pelaksana pemasaran sebuah perusahaan profesional.
Ada beberapa saran penyajian sehingga apapun aktifitas Anda dianggap sebagai pengalaman kerja yang memiliki selling point tinggi:

1.      Gunakan kalimat aktif
Dalam menuliskan pengalaman beraktifitas usahakan selalu menggunakan kalimat aktif : melakukan, mengelola, mengendalikan, mengontrol, mengevaluasi, mengorganisisr, dan lain-lain.
2.    Memilih kata-kata dalam atmosfir profesionalisme
Contoh :
o   Bila memiliki pengalaman menjaga toko kelontong milik keluarga, Anda menuliskan di CV :
Melakukan kegiatan penjualan di toko kebutuhan pokok.
o   Pengalaman membantu mengontrol pembukuan usaha penggilingan beras bisa Anda tulis :
Melakukan seluruh proses administrasi dan pembukuan pada perusahaan penggilingan beras
3.    Sampaikan prestasi atau pencapaian yang diraih sebagai hasil dari aktifitas.
Contoh :
o   Berhasil menertibkan pembukuan sehingga mengurangi tingkat kebocoran anggaran sebesar 50%.
o   Berhasil meningkatkan tingkat efisiensi operasional Butik Busana Muslim sebesar 25%.
o   Berhasil membuat agenda kegiatan organisasi yang efektif sehingga tingkat realisasi meningkat menjadi 98%
4.    Cantumkan wewenang besar yang dimiliki bila ada
Contoh :
o   Bertanggungjawab terhadap seluruh kegiatan operasional toko
o   Berwenang penuh dalam proses pembinaan karyawan perusahaan pembuat tempe.

Anda cantumkan semua itu dalam kolom ‘Pengalaman Kerja’, atau bisa juga diberi judul lain seperti : “Aktifitas”, “Pengalaman Kegiatan”, dan lain-lain yang maksudnya adalah tentang segala karya Anda.

Yang lebih penting dari semua itu, dalam menuliskan segala aktifitas sebagai ‘pengalaman kerja’, haruslah :

a.     Jujur
Semua yang Anda tulis haruslah sesuai fakta yang terjadi, jangan ada dusta sekecilpun. Pastikan tidak ada sama sekali rekayasa dalam informasi atau Anda akan menemui kehancuran karir. Petugas penyeleksi calon karyawan adalah para pejabat profesional yang sudah berpengalaman menemui ratusan orang yang melamar kerja. Mereka akan dengan mudah menemukan kebohongan yang Anda lakukan. Bila pun mereka tidak menyadarinya, suatu saat perusahaan akan menyadarinya dan itu lebih buruk lagi bagi Anda.

b.    Selaras
Pastikan informasi yang Anda tulis selaras dengan seluruh informasi dalam curriculum vitae. Selain menguatkan kesan, keselarasan dalam curriculum vitae akan memudahkan Anda saat menghadapi pertanyaan di ruang interview. Pastikan Anda bisa menjawab pertanyaan yang berdasarkan informasi-informasi dalam curriculum vitae. Saat menjawab pertanyaan usahakan selalu konsisten menggunakan kata-kata bernuansa profesional.

Meskipun baru lulus sekolah atau kuliah Anda harus serius dan bersungguh-sungguh dalam membuat curriculum vitae. Tingkatkan kepercayaan diri, luruskan niat, kuatkan komitmen, kobarkan semangat, karena orang seperti itulah yang dicari banyak perusahaan. 

Kriteria Curriculum Vitae yang Baik

Kamis, Oktober 13, 2016 Add Comment
Kriteria Curriculum Vitae yang Baik
Kriteria Curriculum Vitae yang Baik
Curriculum Vitae adalah dokumen yang paling penting bagi para pemburu kerja. Mereka harus membuatnya sebaik mungkin, karena CV-lah penentu utama seseorang bisa  dipilih untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya.
Seperti apakah Curriculum Vitae yang baik...?
Bila maksud dari pertanyaan di atas adalah tentang format, maka faktanya belum ada konsensus atau ketentuan baik secara nasional maupun internasional/dunia tentang  format curriculum vitae yang baik dan benar. Maka kita akan membahas curriculum vitae yang baik ditinjau dari manfaat dan tujuannya.
Bagi para pemburu kerja (Job Hunter) tujuan akhir pembuatan curriculum vitae adalah untuk mendapatkan pekerjaan, yang bila dipecah lagi berdasarkan tahapan tujuannya  adalah mempengaruhi perusahaan agar mau memilih mereka sebagai kandidat karyawan untuk mengikuti proses rekrutmen berikutnya. Proses rekrutmen paling awal adalah seleksi kandidat berdasarkan penilaian surat lamaran kerja dan curriculum vitae. 
Berdasarkan manfaat dan tujuannya tersebut curriculum vitae yang baik harus memenuhi kriteria :
a.  Komunikatif
Curriculum vitae yang baik
Banyak sekali para pemburu kerja membuat curriculum vitae yang panjang lebar sekali dan tidak jelas apa yang ingin disampaikan. Seluruh informasi tentang diri mereka ditumpahkan ke dalam curriculum vitae. Riwayat pendidikan mulai Taman Kanak-kanak, hobie, film kesukaan, genre buku bacaan yang digemari, bahkan makanan kedoyanan dituangkan dalam CV-nya. Mereka memindahkan data diri pada facebook ke dalam CV-nya, sehingga menjadi berlembar-lembar. Lebih konyol lagi, dua halaman pertama CV justru dipenuhi informasi-informasi tidak jelas tersebut.  Padahal petugas penyeleksi setiap hari harus mengadapai surat lamaran kerja dan curriculum vitae berjumlah ratusan di mejanya.
Curriculum vitae yang komunikatif adalah yang memudahkan pembacanya menangkap maksud dan isi yang terkandung di dalamnya. Karena itu setiap CV yang komunikatif haruslah sederhana dan mudah dipahami.

b. Persuasif
Curriculum Vitae yang baik
Curriculum vitae tidak boleh sekedar komunikatif, tapi juga harus persuasif. Harus bisa mempengaruhi orang yang membacanya, yaitu petugas penyeleksi surat lamaran kerja. Kata-kata yang digunakan harus mempunyai daya pengaruh. Curriculum vitae harus mampu membuat petugas penyeleksi besedia membaca seluruh isi curriculum vitae, dan membuatnya bersedia mempertimbangkan penawaran dalam CV tersebut.
Curriculum vitae harus bisa berfungsi sebagai alat pemasaran, karena itu kata-kata yang dipilih harus bersifat mempengaruhi atau membujuk pembacanya.

c.  Selling point
curriculum vitae yang baik
Curriculum vitae yang baik, yang memiliki manfaat dan tujuan membuat pemiliknya dipilih sebagai kandidat karyawan untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya harus berisi sebanyak-banyaknya selling point, dipenuhi selling point. Setelah memenuhi kriteria komunikatif, kemudian persuasif, maka selanjutnya adalah isi dari curriculum vitae harus jelas menawarkan keunggulan yang dimiliki.

Tiga kriteria di atas harus menjadi acuan dalam membuat curriculum vitae. Harus dipastikan, saat selesai membuat sebuah curriculum vitae, apakah secara keseluruhan sudah memenuhi tiga kriteria tersebut. Juga harus diperiksa ulang, apakah ada kata, atau kalimat, atau informasi yang tidak memenuhi kriteria tersebut. Bila ada, sebaiknya segera dipikirkan untuk membuangnya atau mengubah dengan yang lain.
Berdasarkan tiga kriteria tersebut sebenarnya isi curriculum vitae hanya terdiri dari dua bagian besar. Yang pertama adalah data kontak, yaitu informasi tentang bagaimana perusahaan bisa menghubungi Anda, paling sederhana berupa informasi alamat, email dan nomor telepon. Tiga informasi ini adalah yang paling penting. Termasuk data kontak adalah alamat website atau blog, akun sosial media seperti Facebook, Instagram, LingkedIn, dan lain-lain. Dan ID Chatting seperti Whatsapp, Line, Wechat, dan lain-lain. Yang perlu dipersiapkan adalah memastikan blog dan sosial media memiliki ‘penampilan’ profesional bila akan dicantumkan dalam curriculum vitae. Nama akun dan isinya harus dipastikan jauh dari kesan lebay. Jangan sampai perusahaan salah menilai Anda, sehingga mengabaikan keunggulan-keunggulan Anda, gara-gara melihat isi sosial media yang terlalu lebay dan jauh dari sifat profesional.
Sedangkan bagian kedua isi curriculum vitae adalah tentang keunggulan. Semua informasi selain data kontak harus mengandung keunggulan yang ditawarkan kepada perusahaan, bila tidak ada nilai keunggulannya sebaiknya tidak dicantumkan.
-          Infomasi usia, status pernikahan, dan agama
Tiga informasi ini adalah bisa termasuk keunggulan, atau sebaliknya menjadi point negatif tentang Anda. Ada perusahaan yang mencari karyawan usia muda atau sebaliknya. Ada perusahaan yang menganggap bahwa karyawan yang sudah berkeluarga lebih unggul karena lebih produktif, tapi ada juga yang menganggap karyawan yang belum berkeluarga akan lebih total bekerja.
Beberapa perusahaan, terutama yang bisnisnya bersinggungan dengan agama tertentu, akan cenderung memilih karyawan dengan agama tertentu, seperti Bank Syariah.
Bila tiga infomasi ini tidak bisa menjadi keunggulan sehingga Anda dipilih sebaiknya jangan dicantumkan. Hati-hati, jangan sampai gara-gara mencantumkan salah satu atau ketiganya di dalam curriculum vitae, Anda justru tidak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya. Sebaiknya perusahaan tahu lebih dulu segala keunggulan Anda sebelum mengetahui tiga informasi ini. Lebih baik perusahaan lebih dulu tahu bahwa Anda seorang akuntan yang andal sebelum tahu bahwa ternyata Anda berusia lebih tua dari yang perusahaan harapkan. Lebih baik perusahaan lebih dulu meyakini keunggulan Anda dalam melakukan penjualan sebelum menyadari bahwa ternyata Anda sudah berkeluarga, sedangkan awalnya mereka mencari seorang tenaga penjual yang belum menikah.
-          Pendidikan dan Pelatihan
Banyak para pemburu kerja yang mencantumkan riwayat pendidikan sejak sekolah dasar. Padahal perusahaan tidak pernah peduli Anda bersekolah dasar di mana, bersekolah menengah pertama di mana. Perusahaan hanya membutuhkan data riwayat pendidikan yang berhubungan dengan keunggulan yang Anda tawarkan kepada mereka. Boleh-boleh saja Anda mencantumkan informasi tentang sekolah dasar selama informasi itu berhubungan dengan keunggulan atau mengandung selling point. Bisa juga mencantumkan informasi sekolah menengah pertama karena pada saat itu Anda mendapat prestasi yang luar biasa, seperti memenangkan olimpiade tingkat dunia dan Anda melamar sebagai tim pendamping kontingen olimpiade.
Bagi pemburu kerja yang sudah memiliki banyak pengalaman kerja, informasi pendidikan bisa jadi tidak lagi menjadi keunggulan, maka tidak perlu dicantumkan.
Informasi pelatihan yang dicantumkan dalam curriculum vitae juga harus memiliki keunggulan, yaitu memiliki tema yang relevant dengan posisi pekerjaan yang dibidik. Tema pelatihan yang tidak relevant tidak memiliki selling point, bukanlah keunggulan.
-          Pengalaman Kerja
Kita bersama sepakat bahwa pengalaman kerja adalah sebuah keunggulan. Tentang pengalaman kerja ini akan dibahas lebih mendalam dalam artikel khusus. Yang pasti Anda harus menuliskan tentang pengalaman kerja dengan komunikatif, tidak bertele-tele, persuasif dan berisi selling point.
-          Keterampilan
Sebagaimana pengalaman kerja, keterampilan juga keunggulan yang jadi andalan seluruh pemburu kerja. Tentang keterampilan ini juga akan dibahas secara mendalam dalam artikel tersendiri. Sekali lagi, Anda harus mampu menuliskan keterampilan dalam curriculum vitae secara komunikatif, persuasif, dan memperhatikan  selling point.
-          Keunggulan-keunggulan lain
Prestasi yang unik, ketampanan, kecantikan, dan keunggulan-keunggulan lain bisa Anda masukkan dalam curriculum vitae selama relevant dengan posisi pekerjaan. Ketampanan dan postur tubuh yang ideal akan menjadi keunggulan Anda bila melamar sebagai presenter atau anchor news pada stasiun Televisi. Prestasi memenangkan perlombaan renang adalah selling point saat Anda melamar pada perusahaan pengeboran minyak di lepas pantai.
Apapun yang Anda miliki bisa menjadi keunggulan yang memiliki selling point tinggi bila relevant (dibutuhkan) dengan posisi pekerjaan yang Anda bidik.

Kunci utama dalam memilih informasi sebagai keunggulan adalah relevansi dengan posisi pekerjaan. Karena itu sebelum menyusun curriculum vitae Anda harus memiliki data yang sebanyak-banyaknya tentang posisi yang Anda tuju, yang Anda bidik. (baca artikel ini)

Jasa Penulisan Curriculum Vitae dan Surat Lamaran Kerja

Curriculum Vitae yang Baik : Tampilan Menarik dan Berisi Informasi Penting

Senin, Juni 27, 2016 3 Comments
Banyak pencari kerja yang menganggap bahwa curriculum vitae hanyalah dokumen formal administratif, sebuah kegagalan paham yang fatal.

Digunakan untuk mendapatkan pekerjaan adalah salah satu fungsi curriculum vitae. Anggapan bahwa curriculum vitae adalah dokumen formal administratif mungkin benar bila digunakan selain untuk mendapatkan pekerjaan, atau  pada fase melengkapi data setelah diterima kerja, atau mendapatkan pekerjaan sebagai PNS dan sejenisnya.

Ada beberapa guna curriculum vitae selain untuk mendapatkan pekerjaan, seperti sebagai dokumen kelengkapan untuk kenaikan jabatan (promosi), dokumen yang dibutuhkan oleh panitia suatu event bagi juri atau pemateri. Curriculum vitae hanyalah sebagai dokumen formal administratif pada saat yang dibutuhkan adalah data yang lengkap terperinci, sehingga petugas yang membacanya memang harus meneliti seluruh data di dalamnya.

Petugas penyeleksi penerimaan PNS akan dengan teliti membaca keseluruhan curriculum vitae yang masuk sebagai seleksi administratif. Pejabat HRD membutuhkan seluruh data karyawan yang dipromosikan naik jabatan juga sebagai langkah administratif. Sedangkan pada proses rekrutmen dalam perusahaan selain PNS dan sejenisnya fase administratif ini baru dilakukan bagi calon-calon karyawan yang sudah melewati beberapa fase sebelumnya atau sudah dianggap layak dipertimbangkan untuk diterima. Sebelum mencapai fase ini petugas penyeleksi tidak akan bersedia membaca curriculum viate yang panjang berlembar-lembar bila tidak tertarik saat membaca halaman pertama.

Para pencari kerja, sebelum masuk dalam daftar calon karyawan yang dipertimbangkan untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya, harus mampu mempengaruhi petugas penyeleksi agar tertarik kepadanya. Karena itulah curriculum vitae yang dikirim harus berfungsi sebagai sarana menawarkan diri atau bagaikan brosur pemasaran, bukan sebagai dokumen administratif. Curriculum vitae seperti ini sering disebut resume. Meskipun sebenarnya ada yang menganggap curriculum vitae dan resume adalah dua hal yang berbeda (bisa dibaca di sini)

Sebagai proposal penawaran atau brosur produk, curriculum vitae harus bisa
-         membuat target pasar yaitu perusahaan tujuan yang diwakili petugas penyeleksi berminat untuk membaca segala informasi di dalamnya.
-         Mempengaruhi pertimbangan petugas penyeleksi sehingga berkenan memproses untuk tahapan selanjutnya

Tampilan harus menarik

Tampilan curriculum vitae harus menarik, nyaman dibaca, sehingga secara sekilas sudah memiliki nilai lebih dibanding curriculum vitae lainnya  yang mungkin berjumlah puluhan, atau bahkan ratusan, masuk setiap hari. Sebelum diketahui isinya tentu saja penampilan curriculum vitae yang harus mampu mengalahkan CV-CV lainnya.

Yang dimaksud menarik bukan karena banyak gambar, warna-warni, dan menggunakan font yang artistik. Memasang banyak gambar yang tidak jelas maksudnya, menggunakan banyak warna dan font yang artistik akan mengesankan kurang profesional, dan membuat petugas penyeleksi mengalami kesulitan membaca isinya. Petugas penyeleksi akan lebih sibuk berusaha memahami gambar, atau menikmatinya, dibanding berusaha membaca informasi yang ada di dalamnya.

Menggunakan banyak gambar (yang relevant), warna, dan font artistik mungkin bisa berguna bila posisi yang dituju memang bidang kreatif atau bidang yang membutuhkan keahlian seni. Sehingga pemasangan gambar, penggunaan warna, dan font artistik menjadi unjuk keterampilan dalam hal kreatifitas atau seni.

Tampilan yang menarik adalah yang dalam sekali pandang petugas penyeleksi bisa menangkap apa yang ditawarkan oleh pemilik curriculum vitae. Tampilan yang  menggunakan font sederhana sehingga mudah dibaca, menggunakan warna yang nyaman dipandang mata, dan dengan penataan paragraph yang efektif  akan sangat mengesankan petugas penyeleksi. Petugas penyeleksi akan bisa membaca isi curriculum vitae dengan nyaman dan senang.

Informasi yang ingin disampaikan disajikan dengan menarik dan mudah dipahami. Penggunaan gambar atau grafik secukupnya yang berhubungan dengan informasi atau data akan meningkatkan daya tarik curriculum vitae. Menggunakan grafik batang untuk menampilkan skala keunggulan yang ditawarkan akan menguatkan kesan dan memiliki kekuatan pengaruh yang lebih tinggi dibanding hanya dalam bentuk tulisan. Menggunakan font yang digaris tebal atau miring juga bisa berguna untuk memberikan tekanan pada informasi yang jadi andalan.

Menggunakan format lebih dari satu kolom dalam satu halaman bisa membuat pembaca lebih nyaman, selain juga membuat pemanfaatan ruang halaman menjadi lebih efisien. Informasi yang akan disampaikan pada satu halaman yang menggunakan dua kolom tentu cenderung lebih banyak dari pada hanya menggunakan satu kolom.

Memilih informasi yang penting

Untuk mencari kerja, atau memasarkan diri di dunia kerja, informasi yang ditampilkan dalam curriculum vitae harus benar-benar dipilih yang penting-penting saja, sesuai dengan fungsi curriculum vitae sebagai proposal penawaran atau bagaikan brosur produk.

Seperti yang disampaikan di atas, petugas penyeleksi surat lamaran kerja harus membaca puluhan bahkan ratusan CV yang masuk setiap hari. Rata-rata mereka hanya punya waktu tiga menit untuk membaca setiap CV. Tidak mungkin mereka sudi membaca sampai selesai CV yang panjang berlembar-lembar. Informasi yang bertele-tele tanpa tujuan jelas juga pasti diabaikan petugas penyeleksi.

Informasi andalan harus diletakkan di halaman pertama, karena sangat mempengaruhi pilihan petugas penyeleksi bersedia membaca halaman berikutnya atau tidak.

Apakah informasi penting? Penting bagi siapa?

Curriculum vitae yang berfungsi sebagai sarana komunikasi memasarkan diri harus berisi informasi yang penting bagi perusahaan, informasi tentang hal yang dibutuhkan perusahaan. Segala informasi yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan perusahaan jangan dimasukkan ke dalam CV.

Petugas penyeleksi mendapat mandat dari perusahaan untuk mencari karyawan baru yang memiliki kriteria tertentu sesuai kebutuhan perusahaan. Selain tampilan, curriculum vitae berisi informasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan pasti akan memikat petugas penyeleksi sehingga bersedia membaca halaman selanjutnya.

Banyak pencari kerja yang memasukkan informasi yang penting menurut dirinya sendiri tetapi tidak penting menurut perusahaan. Informasi-informasi seperti ini, apalagi bila ditempatkan di halaman pertama, justru akan menurunkan kesan positif dari petugas penyeleksi yang membacanya. Mereka akan kehilangan selera untuk melanjutkan membaca, kemudian memutuskan untuk membaca curriculum vitae dari pengirim berikutnya.

Karena itu sebelum menyusun sebuah CV, pencari kerja harus melakukan pencarian data tentang perusahaan yang dituju dan posisi yang dibidik. Bila perlu curriculum vitae disusun spesifik untuk setiap  perusahaan sesuai data-data masing-masing.

Informasi-informasi yang dipilih sebagai isi curriculum vitae juga harus memiliki selling point, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Jadi, sebelum dimasukkan ke dalam curriculum vitae informasi harus diuji :
-         Apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan?
-         Apakah mengandung selling point?

Bila jawabannya tidak untuk kedua pertanyaan tersebut, maka informasi itu harus dikeluarkan dari curriculum vitae.

Satu hal lagi yang sangat penting adalah bahwa semenarik dan setinggi apapun selling pointnya, sebuah informasi harus sesuai fakta. Kebohongan sekecil apapun dalam curriculum vitae akan segera diketahui. Data-data fiktif yang dimasukkan ke dalam curriculum vitae untuk meningkatkan daya tariknya pasti akan diketahui dalam proses rekrutmen, cepat ataupun lambat. Pencari kerja harus mampu membuat curriculum vitae yang menarik, punya daya pengaruh, penuh selling point, tetapi tetap berlandaskan kejujuran.


gambar dari www.all-free-download.com