Curriculum Vitae yang Baik : Tampilan Menarik dan Berisi Informasi Penting

Senin, Juni 27, 2016 Add Comment
Banyak pencari kerja yang menganggap bahwa curriculum vitae hanyalah dokumen formal administratif, sebuah kegagalan paham yang fatal.

Digunakan untuk mendapatkan pekerjaan adalah salah satu fungsi curriculum vitae. Anggapan bahwa curriculum vitae adalah dokumen formal administratif mungkin benar bila digunakan selain untuk mendapatkan pekerjaan, atau  pada fase melengkapi data setelah diterima kerja, atau mendapatkan pekerjaan sebagai PNS dan sejenisnya.

Ada beberapa guna curriculum vitae selain untuk mendapatkan pekerjaan, seperti sebagai dokumen kelengkapan untuk kenaikan jabatan (promosi), dokumen yang dibutuhkan oleh panitia suatu event bagi juri atau pemateri. Curriculum vitae hanyalah sebagai dokumen formal administratif pada saat yang dibutuhkan adalah data yang lengkap terperinci, sehingga petugas yang membacanya memang harus meneliti seluruh data di dalamnya.

Petugas penyeleksi penerimaan PNS akan dengan teliti membaca keseluruhan curriculum vitae yang masuk sebagai seleksi administratif. Pejabat HRD membutuhkan seluruh data karyawan yang dipromosikan naik jabatan juga sebagai langkah administratif. Sedangkan pada proses rekrutmen dalam perusahaan selain PNS dan sejenisnya fase administratif ini baru dilakukan bagi calon-calon karyawan yang sudah melewati beberapa fase sebelumnya atau sudah dianggap layak dipertimbangkan untuk diterima. Sebelum mencapai fase ini petugas penyeleksi tidak akan bersedia membaca curriculum viate yang panjang berlembar-lembar bila tidak tertarik saat membaca halaman pertama.

Para pencari kerja, sebelum masuk dalam daftar calon karyawan yang dipertimbangkan untuk mengikuti proses rekrutmen selanjutnya, harus mampu mempengaruhi petugas penyeleksi agar tertarik kepadanya. Karena itulah curriculum vitae yang dikirim harus berfungsi sebagai sarana menawarkan diri atau bagaikan brosur pemasaran, bukan sebagai dokumen administratif. Curriculum vitae seperti ini sering disebut resume. Meskipun sebenarnya ada yang menganggap curriculum vitae dan resume adalah dua hal yang berbeda (bisa dibaca di sini)

Sebagai proposal penawaran atau brosur produk, curriculum vitae harus bisa
-         membuat target pasar yaitu perusahaan tujuan yang diwakili petugas penyeleksi berminat untuk membaca segala informasi di dalamnya.
-         Mempengaruhi pertimbangan petugas penyeleksi sehingga berkenan memproses untuk tahapan selanjutnya

Tampilan harus menarik

Tampilan curriculum vitae harus menarik, nyaman dibaca, sehingga secara sekilas sudah memiliki nilai lebih dibanding curriculum vitae lainnya  yang mungkin berjumlah puluhan, atau bahkan ratusan, masuk setiap hari. Sebelum diketahui isinya tentu saja penampilan curriculum vitae yang harus mampu mengalahkan CV-CV lainnya.

Yang dimaksud menarik bukan karena banyak gambar, warna-warni, dan menggunakan font yang artistik. Memasang banyak gambar yang tidak jelas maksudnya, menggunakan banyak warna dan font yang artistik akan mengesankan kurang profesional, dan membuat petugas penyeleksi mengalami kesulitan membaca isinya. Petugas penyeleksi akan lebih sibuk berusaha memahami gambar, atau menikmatinya, dibanding berusaha membaca informasi yang ada di dalamnya.

Menggunakan banyak gambar (yang relevant), warna, dan font artistik mungkin bisa berguna bila posisi yang dituju memang bidang kreatif atau bidang yang membutuhkan keahlian seni. Sehingga pemasangan gambar, penggunaan warna, dan font artistik menjadi unjuk keterampilan dalam hal kreatifitas atau seni.

Tampilan yang menarik adalah yang dalam sekali pandang petugas penyeleksi bisa menangkap apa yang ditawarkan oleh pemilik curriculum vitae. Tampilan yang  menggunakan font sederhana sehingga mudah dibaca, menggunakan warna yang nyaman dipandang mata, dan dengan penataan paragraph yang efektif  akan sangat mengesankan petugas penyeleksi. Petugas penyeleksi akan bisa membaca isi curriculum vitae dengan nyaman dan senang.

Informasi yang ingin disampaikan disajikan dengan menarik dan mudah dipahami. Penggunaan gambar atau grafik secukupnya yang berhubungan dengan informasi atau data akan meningkatkan daya tarik curriculum vitae. Menggunakan grafik batang untuk menampilkan skala keunggulan yang ditawarkan akan menguatkan kesan dan memiliki kekuatan pengaruh yang lebih tinggi dibanding hanya dalam bentuk tulisan. Menggunakan font yang digaris tebal atau miring juga bisa berguna untuk memberikan tekanan pada informasi yang jadi andalan.

Menggunakan format lebih dari satu kolom dalam satu halaman bisa membuat pembaca lebih nyaman, selain juga membuat pemanfaatan ruang halaman menjadi lebih efisien. Informasi yang akan disampaikan pada satu halaman yang menggunakan dua kolom tentu cenderung lebih banyak dari pada hanya menggunakan satu kolom.

Memilih informasi yang penting

Untuk mencari kerja, atau memasarkan diri di dunia kerja, informasi yang ditampilkan dalam curriculum vitae harus benar-benar dipilih yang penting-penting saja, sesuai dengan fungsi curriculum vitae sebagai proposal penawaran atau bagaikan brosur produk.

Seperti yang disampaikan di atas, petugas penyeleksi surat lamaran kerja harus membaca puluhan bahkan ratusan CV yang masuk setiap hari. Rata-rata mereka hanya punya waktu tiga menit untuk membaca setiap CV. Tidak mungkin mereka sudi membaca sampai selesai CV yang panjang berlembar-lembar. Informasi yang bertele-tele tanpa tujuan jelas juga pasti diabaikan petugas penyeleksi.

Informasi andalan harus diletakkan di halaman pertama, karena sangat mempengaruhi pilihan petugas penyeleksi bersedia membaca halaman berikutnya atau tidak.

Apakah informasi penting? Penting bagi siapa?

Curriculum vitae yang berfungsi sebagai sarana komunikasi memasarkan diri harus berisi informasi yang penting bagi perusahaan, informasi tentang hal yang dibutuhkan perusahaan. Segala informasi yang tidak ada hubungannya dengan kepentingan perusahaan jangan dimasukkan ke dalam CV.

Petugas penyeleksi mendapat mandat dari perusahaan untuk mencari karyawan baru yang memiliki kriteria tertentu sesuai kebutuhan perusahaan. Selain tampilan, curriculum vitae berisi informasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan pasti akan memikat petugas penyeleksi sehingga bersedia membaca halaman selanjutnya.

Banyak pencari kerja yang memasukkan informasi yang penting menurut dirinya sendiri tetapi tidak penting menurut perusahaan. Informasi-informasi seperti ini, apalagi bila ditempatkan di halaman pertama, justru akan menurunkan kesan positif dari petugas penyeleksi yang membacanya. Mereka akan kehilangan selera untuk melanjutkan membaca, kemudian memutuskan untuk membaca curriculum vitae dari pengirim berikutnya.

Karena itu sebelum menyusun sebuah CV, pencari kerja harus melakukan pencarian data tentang perusahaan yang dituju dan posisi yang dibidik. Bila perlu curriculum vitae disusun spesifik untuk setiap  perusahaan sesuai data-data masing-masing.

Informasi-informasi yang dipilih sebagai isi curriculum vitae juga harus memiliki selling point, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Jadi, sebelum dimasukkan ke dalam curriculum vitae informasi harus diuji :
-         Apakah sesuai dengan kebutuhan perusahaan?
-         Apakah mengandung selling point?

Bila jawabannya tidak untuk kedua pertanyaan tersebut, maka informasi itu harus dikeluarkan dari curriculum vitae.

Satu hal lagi yang sangat penting adalah bahwa semenarik dan setinggi apapun selling pointnya, sebuah informasi harus sesuai fakta. Kebohongan sekecil apapun dalam curriculum vitae akan segera diketahui. Data-data fiktif yang dimasukkan ke dalam curriculum vitae untuk meningkatkan daya tariknya pasti akan diketahui dalam proses rekrutmen, cepat ataupun lambat. Pencari kerja harus mampu membuat curriculum vitae yang menarik, punya daya pengaruh, penuh selling point, tetapi tetap berlandaskan kejujuran.


gambar dari www.all-free-download.com

5 Pertanyaan yang Perlu Dijawab Sebelum Anda Menyusun Bisnis Plan Usaha Sampingan

Senin, Mei 23, 2016 Add Comment
 
5 Pertanyaan Sebelum Menyusun Bisnis Plan


Seperti yang sudah kami tuliskan sebelumnya bahwa banyak dari karyawan swasta atau PNS yang ingin mempunyai (membuka) usaha sampingan. Namun usaha yang baik adalah yang mempunyai perencanaan usaha (bisnis plan) yang baik, karena perencanaan yang baik akan membuat anda lebih mudah mengetaui apa yang harus dikerjakan dan kemungkinan kendala yang harus dihadapi. 

Pada artikel kali ini kami akan membahas beberapa hal yang harus anda lakukan sebelum anda menyusun bisnis plan (rencana usaha), karena dengan mengetahui hal-hal tersebut akan lebih mempermudah saat anda menyusunnya. 

Berikut ini adalah hal-hal yang harus anda pertimbangkan sebelum menyusun rencana bisnis anda.

1. Berapa Lama Usaha Sampingan Tersebut Dikelola?

Jika anda adalah seorang karyawan swasta atau PNS yang ingin mempunyai usaha sampingan, tetapi karena tuntutan pekerjaan tetap anda harus berpindah-pindah kota demi peningkatan karir, maka ketika anda hendak menyusun bisnis plan usaha sampingan hal ini harus anda pertimbangkan. Jangan sampai saat usaha tersebut sudah mulai jalan dan menghasilkan ternyata anda harus dimutasi kerja atau mendapatkan promosi kenaikan pangkat dan harus berpindah kota. 

Memang tidak masalah jika anda tetap meneruskan usaha tersebut, tetapi jika sejak awal sudah mengetahui kemungkinan ini, maka anda bisa melakukan "kaderisasi" kepada orang yang nantinya anda percaya untuk mengendalikan usaha tersebut. Oleh karena itu hal berikut ini juga perlu anda pertimbangkan

2. Siapa Pengelola Usaha Sampingan Tersebut?

Secara umum ada dua macam pengelolaan usaha sampingan, pertama di kelola sendiri (bisa bersama istri, anak atau anggota keluarga) dan yang dikelola orang lain. Tentu masing-masing model pengelolaan tersebut ada kelebihan dan kekurangannya. 

Misalnya, jika anda mempunyai modal usaha yang terbatas (katakan di bawah 10 - 20 juta) maka usaha sampingan tersebut lebih baik dikelola sendiri karena anda tidak perlu atau tidak terlalu banyak mengeluarkan dana untuk membayar tenaga kerja. Apalagi pada saat-saat awal merintis usaha bisa jadi investasi modalnya lebih banyak digunakan untuk promosi atau dibelanjakan inventaris atau peralatan pendukung usaha. 

Mempersiapkan siapa pengelola usaha sampingan tersebut sejak awal akan memudahkan anda menyusun rencana bisnis anda untuk tahun-tahun berikutnya, ketika usaha tersebut semakin berkembang.

3. Apa Jenis Usaha Sampingan Anda?

Ada berbagai macam usaha sampingan, mulai memproduksi (kerajinan, makanan, dan sebagainya), jasa (servis atau reparasi peralatan elektornik, konsultan, atau asistensi pekerjaan, dll), affiliate, dropshipper, multilevel atau bahkan broker/makelar. 

Setiap jenis usaha mempunyai pengelolaan yang berbeda - baik dalam manajemen keuangan, pemasaran dan sumber daya manusia. Karenanya anda harus mempunyai pengetahuan dalam hal-hal tersebut. Paling tidak anda mengetahui apa saja yang harus anda siapkan dan harus anda pelajari dalam mengelolanya. 

Jangan sampai terjadi ketika usaha sudah dijalankan anda masih harus mempelajari hal-hal yang seharusnya "sudah selesai" disiapkan. Misalnya: anda mempunyai usaha sampingan dalam membuat kerajinan tangan untuk souvenir pernikahan, begitu anda gencar melakukan promo dan kemudian anda mendapatkan pesanan yang kebetulan banyak, tetapi anda kedodoran dan kelabakan saat mendapatkan bahan baku karena ternyata toko bahan baku ditempat anda stoknya terbatas. 

Hal seperti ini juga pernah dialami seorang teman yang mencoba usaha sampingan memasarkan "shuttle cock" - saat promo di internet sudah disebar - maka mulai berdatangan calon konsumen yang hendak pesan namun sayangnya sang teman saya tersebut gagal memenuhi banyaknya pesanan dikarenakan pengrajin shuttle cock yang dia kenal sebenarnya sudah kuwalahan melayani pesanan secara offline - apalagi ditambah pensanan dari media online yang ternyata tidak kalah banyak. akhirnya sia-sia sudah investasi waktu dan biaya yang sudah dikeluarkan untuk melakukan promo tersebut. 

Tentu anda tidak ingin mengalami hal seperti itu bukan?

4. Siapa Kompetitor Usaha Sampingan Anda?

Jangan pernah takut adanya pesaing atau kompetitor dari usaha sampingan yang hendak anda rintis — selain anda harus punya keyakinan yang kuat bahwa rezeki masing-masing orang sudah ada yang mengatur — Anda harus bersyukur jika ada seseorang yang sudah memulai seperti anda karena anda bisa "belajar dan mempelajari" apa saja sudah dia lakukan dengan bisnis itu. Seperti apa kelebihan dan kekurangan dari produk atau jasa yang ditawarkan kompetitor tesebut. 

Dengan adanya kompetitor pula, anda bisa melakukan diferensiasi layanan yang hendak anda jual sehingga anda juga mengetahui pangsa pasar dari produk/jasa anda.

5. Siapa Penyandang Dana Usaha Sampingan Tersebut?

Meski cuma usaha sampingan dan mungkin investasi dananya "tidak banyak" misalkan hanya sekitar 5 sampai 10 juta, tetapi anda harus memastikan siapa penyandang dana (investor) dari usaha sampingan tersebut. 

Banyak kejadian karena usaha sampingan dan tidak banyak dana yang dibutuhkan awalnya modalnya dibiayai oleh orang-orang dekat disekitar anda, baik keluarga atau teman. Tetapi dalam perjalanannya bisa jadi usaha tersebut rugi atau bahkan semakin maju. 

Baik ketika rugi atau saat semakin untung, bisa saja menimbulkan masalah jika ada pihak-pihak lain yang terlibat. Hal ini disebabkan karena tidak jelas akad perjanjian investasi di awalnya. Banyak kejadian yang berakhir dengan retaknya hubungan bahkan terjadi permusuhan dengan teman atau keluarga dekat disebabkan hal tersebut. 

Ketika terjadi kerugian, jika melibatkan orang lain, ada investor yang terlibat dalam usaha tersebut merasa "sebagai pemberi pinjaman" - bukan sebagai bagian dari investor, akibatnya ketika usaha merugi dia bersikeras pengelola harus tetap mengembalikan uang yang telah dia berikan seperti semula padahal jika sebagai investor mestinya kerugian ditanggung bersama.
Begitu juga sebaliknya, jika usaha maju dan semakin mendatangkan keuntungan yang banyak, ada pihak ketiga yang awalnya "cuma dipinjam uangnya" merasa sebagai investor yang harus menerima pembagian hasil usaha sebagaimana investor. 
 
Oleh karena itu harus sejak awal harus dipertimbangkan siapa yang akan menjadi investor dari usaha sampingan tersebut.

Idealnya usaha sampingan dengan modal yang kecil yang hendak anda lakukan maka lebih baik menggunakan dana sendiri tanpa melibatkan pihak ketiga. Sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, kecuali anda sudah mempersiapkan segala kemungkinannya.

Demikanlah 5 pertanyaan yang harus anda jawab sebelum anda menyusun bisnis plan dari usaha sampingan yang hendak anda jalankan. 


***

Sumber Gambar : pixabay.org

Kunci Sukses Wawancara Kerja :7 Tips Membangun Hubungan dengan Pewawancara

Minggu, Mei 22, 2016 Add Comment
Keberhasilan Anda membangun hubungan dengan pewawancara sangatlah menentukan proses wawancara kerja. Tidak bisa dipungkiri bahwa unsur subyektifitas dalam proses wawancara kerja sangatlah tinggi. Suasana hati pewawancara terhadap Anda sangatlah menentukan hasil akhir wawancara kerja.

Anda harus bisa membuat pewawancara merasa nyaman berbicara dengan Anda selama proses wawancara kerja. Karena itu, upaya membangun hubungan ini harus Anda lakukan sejak awal bertemu. Kesan pertama yang dirasakan pewawancara terhadap Anda sangatlah penting.

Sebaliknya, kegagalan membangun hubungan baik dengan pewawancara akan membuat segala keunggulan dan potensi yang Anda miliki menjadi tidak berarti. Sehebat apapun keunggulan tidak akan akan dianggap oleh pewawancara bila tidak menyukai Anda. List panjang pengalaman akan sia-sia saat pewawancara merasakan kesan yang buruk bertemu dengan Anda.

Kemampuan membangun hubungan dengan pewawancara harus Anda kuasai dengan baik. Anda harus mempelajari, memahami, dan melatihnya.
Berikut tips untuk membangun hubungan dengan pewawancara saat wawancara kerja :


1.      Tenang dan relax sejak awal.
Sebelum melewati pintu ruangan wawancara kerja Anda harus sudah dalam kondisi tenang dan relax. Memang wajar dan manusiawi bila  Anda tegang dan nervous menghadapi wawancara kerja, tapi harus segera Anda atasi. Cara menurunkan ketegangan saat wawancara kerja sudah kami ulas di sini.
Emosi bisa menular melalui pancaran. Ketegangan Anda akan memancar dan dirasakan oleh pewawancara sehingga membuat dia/mereka juga merasa tidak nyaman. Sebaliknya, sikap dan kondisi tenang Anda akan membuat perasaan dia/mereka juga tenang dan nyaman.

2.    Menyapa dengan hangat
Senyum adalah suatu keharusan, dan senyumlah dengan hangat. Latihlah senyum Anda di depan cermin berkali-kali sebelum hari wawancara kerja. Pastikan senyum Anda adalah yang terbaik, tidak dipaksakan pun tidak terlalu berlebihan, dan sekali lagi Anda harus merasa nyaman dengan senyum itu.
Segera sapa pewawancara yang ada dalam ruangan begitu Anda berada dalam ruangan wawancara kerja. Pastikan mulut Anda berkata dengan artikulasi yang jelas, suara bisa didengar oleh semua orang dalam ruangan itu, edarkan pandangan kepada mata pewawancara. Menyapa dengan suara lirih tanpa menggerakkan bibir seutuhnya akan terkesan menggumam yang tidak tulus. Sapaan yang hangat adalah moment terbaik Anda untuk memberi kesan pertama yang baik kepada pewawancara. Selengkapnya tentang sikap saat masuk ruangan wawancara kerja bisa dibaca di sini.
Setting pikiran bahwa Anda sedang bertemu dengan orang-orang hebat dan baik yang siap membantu mensukseskan kehidupan karir masa depan. Ini sangat penting karena apapun yang Anda pikirkan itulah yang terpancar dan pewawancara rasakan.

3.     Menjabat tangan bila memungkinkan
Jabat tangan pewawancara dengan tegas tapi lembut, bila memungkinkan. Kontak fisik Anda dengan pewawancara akan membantu membangun hubungan emosi. Tapi Anda harus mengenali kondisi ruangan. Jangan memaksakan berjabat tangan bila tidak memungkinkan, karena akan membuat pewawancara merasa tidak nyaman.
Ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan berjabat tangan :
·        Anda dan pewawancara dipisahkan meja besar sehingga harus berjalan memutar untuk berjabat tangan.
·        Pewawancara sedang sibuk melakukan sesuatu saat Anda masuk ruangan
·        Pewawancara menolak berjabat tangan
Bila itu terjadi Anda bisa mengganti dengan gerakan salam yang lain seperti menangkupkan dua tangan di depan dada, atau agak menunduk hormat, atau menggabungkan keduanya. Persiapkan dan latih gerakan itu sebagai antisipasi sehingga ketika harus terjadi  Anda mampu melakukannya dengan sikap yang luwes.
Pertahankan senyum dan kontak mata saat berjabat tangan. Sebutkan nama Anda dengan tegas dan jelas saat berjabat tangan, dan pastikan pewawancara bisa mendengarnya. Biasanya pewawancara akan balas menyebutkan nama, bila itu terjadi pastikan Anda bisa menirukan menyebut nama dia /mereka.

4.    Mengetahui nama pewawancara
Anda bisa mengetahui nama pewawancara pada saat berjabat tangan, atau pewawancara mengenalkan diri sebelum memulai wawancara kerja. Tapi bila itu tidak terjadi Anda harus bertanya saat akan menjawab pertanyaan pertama. Anda juga bisa menanyakan nama-nama pewawancara kepada petugas perusahaan bagian penerimaan sebelum giliran masuk ke ruang wawancara kerja.
Pastikan Anda bisa menyebutkan nama mereka dengan benar. Bila Anda ragu sebutkan nama mereka sebagai konfirmasi, atau minta dengan sopan agar mereka mengulangnya tapi jangan lebih dari sekali.
Sepanjang wawancara kerja Anda harus sering menyebutkan nama pewawancara. Hal ini akan membangun hubungan personal antara Anda dengan dia/mereka.

5.     Menjaga kontak mata
Sangat penting menjaga kontak mata saat wawancara kerja.
Alasannya secara lengkap kami ulas di artikel : 5 Alasan Harus Menjaga Kontak Mata saat Wawancara Kerja.
Kontak mata adalah unsur terpenting untuk membangun hubungan dengan seseorang. Cara melakukan kontak mata yang tepat akan sangat mempengaruhi kualitas hubungan dengan pewawancara. tidak semua pandangan mata adalah termasuk kontak mata yang bermanfaat. Tentang pandangan mata yang salah bisa dibaca di : 3 Pandangan Mata yang Salah dalam Wawancara Kerja

6.    Antusias
Sikap Anda harus selalu semangat dan antusias saat wawancara kerja. Dengarkan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan seksama, fokus, dengan tatapan yang antusias. Sekali lagi, apa yang ada dalam pikiran Andalah yang terpancar dan pewawancara rasakan. Karena itu harus setting pikiran saat mendengarkan pertanyaan wawancara kerja bahwa Anda sedang mendengarkan sesuatu yang istimewa.
Begitu pula saat menjawab pertanyaan. Settinglah pikiran bahwa Anda sedang menawarkan sesuatu yang bermanfaat dan dibutuhkan perusahaan. Pastikan Anda berbicara dengan artikulasi yang jelas, Anda harus melakukan latihan sesering mungkin sebelum hari wawancara kerja (bisa baca artikel tentang latihan komunikasi di 5 Latihan Komunikasi untuk Persiapan Menghadapi Wawancara Kerja ).
Anda juga harus menunjukkan sikap antusias tertarik terhadap perusahaan. Karena itu sangat penting untuk mempelajari segala informasi tentang perusahaan sebelum hari wawancara kerja (tipsnya bisa dibaca di sini). Saat mendapat kesempatan bertanya, gunakan sebaik mungkin untuk bertanya tentang perusahaan sehingga lebih menguatkan kesan antusiasme Anda untuk bergabung dalam perusahaan.

7.     Bagi perhatian kepada pewawancara bila lebih dari satu
Anda harus mengedarkan pandangan/kontak mata ke seluruh pewawancara dalam ruangan. Saat salah satu mengajukan pertanyaan, Anda fokus kepadanya. Tapi saat menjawab pertanyaan, secara bergantian Anda bagikan perhatian ke seluruh pewawancara. Pandanglah mata para pewawancara secara bergantian dengan perlahan. Anda harus membangun hubungan dengan seluruh pewawancara, jangan ada yang terlewat, meskipun porsinya kemungkinan tidak bisa benar-benar merata.

Selain 7 hal di atas, penampilan Anda yang profesional juga sangat penting untuk membangun hubungan dengan pewawancara kerja. Penampilan luar juga sangat mempengaruhi kesan pertama. Penampilan yang terlalu atraktif akan membuat pewawancara lebih mengingat pakaian dan asesori dibanding keunggulan Anda, suatu hal yang konyol. Kesalahan setting pakaian dan asesori akan membuat pewawancara tidak nyaman berhadapan dengan Anda.  Selengkapnya bisa dibaca di 6 Hal Tentang Penampilan yang Mengesankan Profesionalitas saat Wawancara Kerja

4 Hal Yang Perlu Dilakukan Sebelum Memulai Usaha Sampingan

Senin, Mei 16, 2016 4 Comments
Mendapatkan penghasilan tambahan adalah idaman banyak orang. Apalagi bagi karyawan yang punya penghasilan tetap sementara kebutuhan hidup begitu besar, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga dan mempunyai tanggungan anak yang sudah bersekolah.
Selain para karyawan - membuka usaha sampingan juga dilakukan oleh mereka yang menjelang purna tugas (pensiun) atau bahkan setelah mereka pensiun. Memang untuk golongan yang kedua ini, mempunyai usaha sampingan bukan semata-mata untuk menambah jumlah pemasukan, tetapi terkadang untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat. 

Namun untuk memulai usaha sampingan bagi sebagian besar orang kadang tidak mudah karena tidak mengetahui harus memulai darimana, bahkan tidak jarang karena "buta jalan" untuk memulai maka terkadang malah sekedar ikut-ikutan teman atau trend. Karena ikut-ikutan trend sudah investasi yang besar, maka tidak jarang pula jika justru yang didapatkan bukan keuntungan malah rugi puluhan juta.

Masalah lainnya ketika tidak mengetahui cara memulainya terkadang pada saat menjalani usaha (bisnis) tersebut biasanya ada hambatan atau bahkan tidak segera "menghasilkan" - karena tidak mengetahui solusi atau bagaimana mengatasi hambatan yang dihadapi, tidak jarang malah justru berhenti di tengah jalan dan tidak meneruskan lagi, atau bahkan ganti dengan bisnis yang lain. Saat berganti dengan bisnis baru yang lainpun jika tidak tahu apa yang harus dilakukan maka akan terjadi hal-hal yang sama. Akhirnya seperti lingkaran setan yang tidak jelas ujung pangkalnya.

Oleh karena itu pada artikel ini kami berikan tips bagaimana memulai sebuah usaha sampingan agar anda tidak terjebak seperti apa yang dijelaskan di atas.

1. Mengetahui Kecenderungan dan Potensi Anda

Banyak literatur yang mengatakan cara termudah untuk memulai bisnis adalah sesuai dengan hobi atau passion anda, karena melakukan sesuatu yang disukai akan membuat nyaman dalam melakukannya terutama ketika saat menghadapi hal-hal yang sulit pada saat merintis usaha tersebut. 

Jika anda belum mengetahui apa kecenderungan dan potensi anda, ada banyak tool (alat)atau tes untuk membantu anda mengetahui potensi anda yang terpendam. Anda bisa mencari informasi melalui Google. Ada yang berbayar ada pula yang gratis, atau jika anda ingin mencoba yang gratis bisa menggunakan tes Multiple Intelligence online gratis (Berbahasa Inggris) seperti di situs www.mypersonality.info atau juga bisa mengunduh melalui situs www.businessballs.com - Adapun contoh hasil dari tes tersebut seperti ini:
Hasil Tes Potensi Diri



Dari contoh di atas anda bisa mengetahui kecenderungan potensi diri anda. Misalkan dari data di atas anda lihat ada beberapa potensi yang bisa anda jadikan sumber ide untuk memulai usaha (bisnis) sampingan.

2. Riset Peluang Bisnis Sesuai Potensi Anda

Setelah anda melakukan langkah pada poin pertama di atas dan mengetahui kecenderungan dan potensi anda "yang terpendam" maka langkah selanjutnya adalah melakukan riset tentang peluang bisnis apa saja yang sesuai hasil dari langkah pertama tadi.
Anda bisa memanfaatkan google untuk melakukan hal tersebut, misalnya dengan mengetikkan kata kunci "Multiple Intelligence and Career" - atau "Potensi Karir dan Kecerdasarn Majemuk" - atau anda bisa mencoba situs bestcareermatch.com - Sedangkan hasilnya seperti contoh di bawah: 

 
Potensi Diri dan Peluang Bisnis


Jika anda mau lebih jauh melakukan riset di google, maka akan semakin banyak peluang yang bisa anda temukan. misalkan saja, anda punya potensi besar di bidang tulis-menulis, maka silahkan dicari di google dengan kata kunci misalnya "What kind of business for writer" atau "How to get money by writing" atau "Cara Mendapatkan Uang Dengan Menulis" . Silahkan dikumpulan hasil riset anda tersebut dan buatlah daftar
Nah, sekarang anda sudah mengetahui ternyata banyak sekali peluang bisnis yang bisa anda kerjakan dan berpontensi menambah penghasilan anda

3. Bergabung Komunitas, Ikut Pelatihan dan Kursus

Untuk memantapkan pilihan anda menjalani sebuah bisnis sampingan yang akan anda kerjakan, maka anda bisa bergabung di komunitas-komunitas sesuai dengan potensi dan kecenderungan anda. 

Sekali lagi anda bisa memanfaatkan google atau media sosial seperti facebook untuk mencari komunitas yang anda inginkan. Di facebook anda bisa menemukan berbagai macam komunitas hobi seperti: kuliner, desain, menulis, otomotif, internet marketing dan lain-lain. Selain itu komunitas tersebut ada yang berbasis lokal semua tempat tinggal anda. misalnya, komunitas fotografi di Malang, atau komunitas kuliner di Surabaya dan seterusnya.
Dari pengalaman beberapa teman dekat saya, mereka banyak sekali menemukan inspirasi untuk memulai bisnis sampingan, menambah ragam (diversivikasi) produk dan bahkan meningkatkan omzetnya.

Seorang teman pernah bercerita, ada keluarganya yang mendapatkan ide usaha kuliner setelah bergabung dengan grup Kuliner di Facebook yang anggotanya ribuan. Di grup tersebut hampir tiap hari ada yang posting berbagai macam resep hasil kreasi mereka sendiri. Selain berbagai resep, ada juga yang berbagi kesukesan mereka menjual resep makanan/kue tertentu disertai berapa biaya yang harus dikeluarkan dan bagaimana cara memasarkannya.

Selain bergabung dengan komunitas adan juga bisa meningkatkan kemampuan anda dengan cara mengikuti pelatihan atau kursus misalnya: kursus internet marketing, kursus menulis, kursus fotografi dan sebagainya.

Keuntungan dari mengikuti pelatihan tersebut adalah selain menambah keterampilan - anda bisa mendapatkan jejaring (networking) atau bahkan peluang bisnis yang sesuai dengan bidang yang anda sukai dari pelatih atau bahkan sesama peserta pelatihan.
Sekedar tips, sebelum anda mengikuti kursus, silahkan anda cari yang sesuai dengan budget yang anda punyai dan reputasi dari kursus yang akan anda ikuti.

4. Membuat Rencana Bisnis

Meski hanya usaha sampingan, tidak ada salahnya anda membuat rencana bisnis (business plan) bagi usaha anda. Dengan membuat rencana binsis anda bisa mengetahui dana yang harus anda keluarkan untuk investasi awal berapa, dan berapa perkiraan pendapatan dan pengeluaran per bulannya sehingga anda mengetahui perkiraan berapa lama modal tersebut akan kembali. 

Adanya Rencana bisnis bisa membantu anda untuk merumuskan strategi pemasaran dan bagaimana bisnis tersebut anda jalankan. 

Sedangkan untuk membuat rencana bisnis tersebut anda bisa membacanya melalui referensi yang banyak di internet, atau jika anda meminta bantuan orang lain yang sudah berpengalaman untuk membuat dan menyusun rencana bisnis tersebut. 

Itulah 4 hal yang perlu anda lakukan sebelum anda memulai usaha sampingan untuk menambah penghasilan anda selama ini.

Cara Cerdas Mendapatkan Pekerjaan Yang Anda Inginkan

Selasa, April 26, 2016 Add Comment
www.pixabay.com

Banyak sekali para pemburu kerja yang merasa "telah melakukan banyak cara" untuk mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Tetapi ternyata "banyak cara" tadi tak lain dan tak bukan adalah hanya "satu cara" yang dia lakukan hanya saja diulang beberapa (banyak) kali.

"Satu Cara" apa itu?

Ya, dia hanya menggunakan "cara konvensional" yaitu hanya dengan mencari lowongan pekerjaan di koran cetak (offline) atau berburu lowongan pekerjaan yang ada di situs-situs penyedia informasi lowongan pekerjaan. Kemudian setelah "menemukan lowongan" yang dianggap cocok maka dia mengirimkan surat lamaran, baik melalui pos/jasa ekspedisi ataupun melalui email.

Dan tahukah Anda akan hasilnya?

NIHIL alias NOL

Ya, job hunter (pemuburu kerja) sejati adalah mereka yang mengetahui "dimana" dan "bagaimana" pekerjaan yang diingkan itu bisa dia dapatkan.

Dia pasti tahu dan pernah membaca bahwa ternyata banyak sekali pekerjaan-pekerjaan yang menarik justru "tidak diumumkan" di koran atau melalui media online. Tetapi pekerjaan tersebut justru diumumkan melalui banyak cara: pemberitahuan di kalangan internal (karyawan) perusahaan, rekomendasi atau permintaan khusus, dari mulut ke mulut, melalui forum-forum atau komunitas hobi atau profesi, melalui relasi atau jejaring sosial dan pesan instan, atau bahkan melalui broadcast pada daftar kontak orang yang mencari tenaga kerja dan masih banyak lagi

Jika dia sudah mengetahui tentang bagaimana banyaknya lowongan pekerjaan itu disebarkan, tentu saja sebagai job hunter sejati anda harus "menyiapkan jaring" yang besar dan sebanyak-banyaknya - sehingga memungkinkan anda lebih cepat dan bisa "menangkap lowongan" tersebut pada saat yang tepat.
Tentu saja diperlukan banyak persiapan untuk menyiapkan jaring tersebut

1. Melakukan Assesment Diri,

Anda harus benar-benar mengetahui pekerjaan seperti apa yang anda inginkan dan kualifikasi apa saja yang dibutuhkan untuk pekerjaan (profesi) tersebut. Untuk itu anda harus lakukan riset sebanyak-banyaknya, baik melalui internet atau bertanya langsung kepada orang-orang yang berprofesi seperti yang hendak anda lamar (dapatkan).

Bisa jadi hal ini membutuhkan waktu yang agak lama, tetapi yakinlah jika anda sudah mengetahui pekerjaan macam apa yang anda inginkan maka anda sudah melakukan persiapan yang cukup bagus untuk segera mendapatkan pekerjaan tersebut.

Jika anda kesulitan melakukan assesment sendiri tidak ada salahnya anda meminta bantuan profesional yang paham bagaimana menggali potensi diri dan membimbing para pemburu kerja, misalnya saja anda bisa hubungi admin situs ini.

Setelah anda melakukan assesment maka kumpulkan data-data itu untuk digunakan dalam menyusun resume atau Curriculum Vitae anda.

2. Menyiapkan Resume Dan Portofolio yang Menjual

Resume atau CV yang bagus dan tepat sasaran akan membuka peluang bagi sang pemburu kerja sejati lebih besar daripada mereka yang membuat resume/CV secara asal-asal dan acak-acakan.

Buatlah resume singkat - yaitu berupa kartu nama - baik secara cetak dan digital - yang memuat kompetensi utama anda yang bisa anda gunakan dan berikan (sebarkan) kepada orang-orang yang memungkinkan memberikan informasi yang anda butuhkan atau menyebarkan di forum-forum atau untuk kebutuhan melakukan poin ke 4 di bawah.

Jika anda kesulitan membuat resume atau curriculum vitae yang menjual anda bisa menghubungi www.penuliscvprofesional.com yang akan membantu anda menyusun dan membuat resume atau CV yang elegan dan profesional.

3. Berdoa Sebanyak-banyaknya

Sebelum melakukan langkah ke-4, maka sebaiknya anda berdoa dulu, minta kepada Allah SWT agar usaha anda dimudahkan. Selain itu akan dengan berdoa akan membuat anda lebih sabar dan tangguh dalam mendapatkan pekerjaan yang anda inginkan, apalagi jika membutuhkan waktu yang cukup lama.

Ya, terkadang banyak job hunter pemula, tidak sabaran dalam memperoleh hasil dari apa yang dia usahakan. Jika kondisinya seperti itu, tentu akan membuat stress dan jika berkelanjutan justru akan semakin menurunkan semangat untuk tetap memburu pekerjaan idaman.

Oleh karenanya seorang job hunter sejati adalah mereka yang memiliki "kesehatan mental" yang prima, sehingga dia bisa bertahan dalam kondisi yang kurang menguntungkan.

Silahkan cari di google tentang pentingnya doa bagi kesehatan mental, agar anda tetap semangat dan gagah menjemput pekerjaan impian

4. Menyebarkan Kualifikasi dan Komptensi Anda

Setelah anda siapkan segala "perlengkapan" dan "jaring" untuk menjemput pekerjaan impian anda, maka langkah berikutnya adalah menyebarkan seluruh jaring yang sudah anda siapkan tadi ke berbagai tempat dan cara. Namun sebelum anda menyebarkan kail dan jaring anda ada baiknya anda membuat beberapa model "iklan" atau pemberitahuan yang hendak anda sebar melalui berbagai saluran yang anda gunakan.

Berikut, beberapa contoh kalimat yang bisa anda sesuaikan menurut target/sasaran atau media yang anda gunakan untuk menyebarkan informasi tentang anda:
 
Selamat pagi, teman-teman, jika anda mempunyai informasi tentang lowongan pekerjaan yang mempunyai kualifikasi seperti ....... - sudilah kiranya untuk menginformasikan kepada saya.Thanks sebelumnya, "

Semoga hari ini anda diliputi kebahagiaan dan kesehatan selalu. Maaf numpang lewat, jika ada yang butuh seorang tenaga desain grafis yang berpengalaman baik freelance maupun full time silahkan kontak no 08xxx... untuk portofolio lihat di bit.ly/portofolioku "
 
Assalamaualaikum. Maaf Mengganggu. Om, Tante, Pakde, Bude, kalau ada info lowongan tenaga desain grafis berpengalaman, bisa kontak saya - Terima Kasih.. 
 
dan seterusnya, silahkan membuat sesuai dengan kualifikasi anda dan sesuai dengan media tempat menyebarkan jejaring anda.

Nah, berikut beberapa media tempat anda menyebarkan "jaring" anda: :
  • Kontak BBM
  • Grup WA: Alumni, Hobbist, Profesi dll
  • Kontak Telpon : Keluarga, Saudara, Teman dll
  • Media Sosial Facebook, Twitter, Blog, Youtube, dll
  • Silaturahim - Berkunjung langsung - Temui minimal 10 orang yang berprofesi seperti yang anda inginkan dan ceritakan anda mencari pekerjaan seperti mereka saat ini.

5. Sabar dan Tawakal

Setelah Anda melakukan itu semua, saatnya anda bersabar menunggu hasil dari kerja keras anda.
Ingat bersabar disini bukan berhenti berusaha dan berkreasi memikirkan cara yang mungkin lebih efektif- tetapi tetep konsisten dan tetap berjuang.

Sedangkan tawakal adalah menyerahkan hasilnya kepada Allah agar anda tidak stress saat menunggu yang mungkin "butuh waktu agak lama" - karena menurut sebuah referensi job hunting sejati (yang senantiasa berusaha dengan gigih dan kreatif) membutuhkan waktu antara 2 sampai 35 minggu untuk mendapatkan pekerjaan.

Ya, 35 minggu adalah waktu yang bisa membuat stress jika anda tidak benar-benar siap sebagai job hunter sejati

Bagaimana?

Sudah siapkah anda?

5 Kesalahan Fresh Graduate Saat Berburu Kerja

Senin, April 11, 2016 Add Comment
Ada banyak fresh graduate (yang baru lulus sekolah/kuliah) yang mengeluhkan mengapa dirinya sulit sekali diterima kerja. Jangankan diterima kerja, berpuluh-puluh surat lamaran sudah dia layangkan ke berbagai perusahaan tetapi ternyata tak ada satupun lamarannya yang dipanggil untuk sekedar diminta datang untuk wawancara. 
www.plancess.com

Tentu ada banyak penyebab mengapa hal itu bisa terjadi tetapi dari pengalaman kami membimbing client kami – ada beberapa “kesalahan” yang sering dilakukan oleh fresh graduate saat membuat membuat curriculum vitae atau surat lamaran kerja.
1. Tidak Mampu Mengenali Potensi Diri

Kesalahan pertama yang sering kami dapati dari fresh graduater adalah tidak mampu mengetahui potensi diri yang bisa menambah nilai jual mereka saat membuat Curriculum Vitae (CV) atau resume. Potensi diri yang dimaksud di sini adalah kemampuan atau keahlian dan juga hal-hal lain yang terkait dengan posisi pekerjaan yang dilamar, seperti prestasi atau penghargaan yang pernah diperoleh. Ketidaktahuan atas potensi diri ini mengakibatkan dia mencantumkan keahlian dan keterampilan yang tidak relevan. Tentu saja akan berakibat “menurunkan nilai jual” dibandingkan dengan kandidat yang lain. 


2. Tidak Mengetahui Kualifikasi Posisi yang Dilamar

Sebagai konsekuensi dari “kecerobohan” pada poin pertama, umumnya fresh graduater melakukan kesalahan kedua yaitu tidak mengetahui kualifikasi – atau persyaratan yang dibutuhkan saat melamar sebuah posisi pekerjaan. Misalnya saja, pada kualifikasi yang dibutuhkan adalah menguasai software (program) Autocad versi terbaru. Namun sang fresh graduater pada saat menulis CV/Resume-nya tidak menyantumkan kemampuan mengoperasikan software autocad – entah karena memang tidak bisa mengoperasikan atau sebenarnya bisa tetapi gegara tidak membaca dengan cermat kualifikasi yang dibutuhkan maka dia tidak mencantumkannya. Jelas ini kesalahan yang fatal.

3. Tidak Melakukan “Survey” Tentang Perusahaan Tujuan

Yang dimaksud survey disini adalah mengetahui informasi umum tentang perusahaan yang dia akan dia kirimi surat lamaran. Informasi umum tersebut bisa berupa lokasi perusahaan, bidang usaha, budaya kerja dan hal-hal lainnya. Sepintas hal ini terlihat sepele, tetapi jika diabaikan bisa jadi akan membuat menyesal dikemudian hari.

Sebagai contoh ada seorang klien kami yang cukup pro-aktif, begitu dia mengirim surat lamaran dia langsung mencari informasi tentang perusahaan tersebut – bahkan karena jaraknya hanya sekitar satu jam dari tempat dia tinggal, dia sempatkan untuk survey lapangan. Dia gali informasi dari masyarakat sekitar – dengan cara nongkrong di warung depan perusahaan dan ngobrol dengan karyawan yang makan disana, akhirnya dia mendapatkan informasi penting, bahwa di perusahaan tersebut karyawannya – terutama yang muslim –susah sekali untuk bisa melaksanakan ibadah sholat sehari-hari, karena tidak ada fasilitas untuk itu – apalagi jika saat tiba waktu jumat.

Suatu ketika ada panggilan wawancara dari perusahaan tersebut, dan dengan mantap dia menolak hadir karena dia sudah punya gambaran kalau dia bekerja disana pasti tidak akan betah disebabkan dia tidak akan bebas melaksanakan ibadah.

Ya, setiap orang mempunyai prinsip hidup berbeda-beda, anda mungkin punya prinsip yang lain, tetapi jika anda terlambat mengetahuinya maka bisa jadi anda tidak akan bertahan lama bekerja disana.

4. Tidak Bisa Berkomunikasi Dengan Baik

“Halo Gan, bisa nggak buatin aku CV yang bagus, aku mau melamar kerja ini…”  begitu bunyi pesan WhatsApp yang sampai di nomor kami. Dan masih banyak lagi SMS sejenis yang biasa datang dari fresh graduater. 


Sekarang coba anda bandingkan dengan pesan berikut..

“Selamat siang, saya Nadia, dari Depok, apakah saya bisa minta informasi untuk pembuat Resume yang bagus. Saya hendak melamar kerja dengan posisi sebagai Senior Ilustrator di sebuah majalah, terima kasih”

Bagaimana rasanya jika menerima pesan yang kedua di bandingkan yang pertama?
Dari susunan kalimat saja, bisa dipastikan pesan ke-dua jelas pengirimnya adalah orang yang mengetahui dan cara berkomunikasi dengan baik di dunia kerja.

Tidak hanya cara berikirim pesan melalui WA, SMS, atau BBM – tetapi juga cara mengirim email. Kebanyakan para fresh graduater saat mengirim email, tidak ada hal-hal berikut:
  • Salam pembuka
  • Menyebutkan identitas
  • Mengutarakan keperluannya dengan baik
  • Ucapan terima kasih
Untuk pembahasan tentang etika mengirim surat lamaran, CV/Resume melalui email bisa anda baca pada artikel berikut di sini atau di sini.

5. Sembrono Saat Beraktivitas di Sosial Media

Hampir semua generasi muda saat ini mempunyai akun media sosial, apakah itu facebook, twiter, instagram, blog atau yang lainnya. Hanya saja jarang sekali mereka menyadari saat melakukan aktivitas di media sosial dengan menggunakan nama akun atau email yang sama dengan yang dia gunakan untuk melamar pekerjaan – mereka lupa atau suka melakukan aktivitas-aktivitas yang aneh, kurang sopan atau bahkan bertindak asusila.

Saat ini, calon penyeleksi karyawan diperusahaan tidak jarang melakukan stalking atau menelusuri akun-akun medsos yang dipunyai sang kandidat, dan dari sana dia akan mendapatkan gambaran bagaimana keseharian si kandidat dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.
Di luar negeri hal ini sudah dianggap sebagai hal yang serius, sehingga tidak jarang seorang karyawan yang dipecat dari perusahaan gara-gara mengunggap (posting, update status dan lain-lain) yang dianggap tidak pantas bagi seorang karyawan.

Jadi, jika anda masih ingin menjadi karyawan, gunakan media sosial yang anda punya dengan bijak dan jika perlu anda gunakan untuk meningkatkan Personal Branding.

Tentang bagaimana cara menggunakan media sosial sebagai media personal branding – akan kami bahas pada artikel yang akan datang.

Nah, bagi para fresh graduater sekarang silahkan anda periksa lagi apakah anda juga melakukan hal-hal yang serupa di atas?

Contoh Curriculum Vitae Fresh Graduate Sarjana Peternakan

Selasa, Maret 22, 2016 Add Comment
Berikut contoh Curriculum Vitae atau resume fresh graduate  yang melengkapi contoh surat lamaran kerja fresh graduate Sarjana Peternakan.


Pada  CV/resume ini penulis menyusun formatnya menjadi dua kolom, sehingga seluruh informasi yang akan disampaikan tertampung hanya dalam satu halaman.

Penulis membagi  keunggulan-keunggulan menjadi dua bagian : keterampilan  profesional seperti kemampuan berbahasa Inggris, kemampuan menggunakan aplikasi Microsoft Office, kepemimpinan, kedisiplinan, dan kerjasama dalam kelompok. Yang bagian dua lebih spesifik tentang keterampilan bidang peternakan. Keunggulan bidang peternakan ini didapat dari transkrip nilai, dengan memilih mata kuliah-mata kuliah yang dikuasai.

Selain keterampilan juga dicantumkan pengalaman beraktifitas : Praktik Kerja Lapangan, Magang, dan Organisasi. Aktifitas-aktifitas ini menjadi nilai jual yang ditawarkan kepada perusahaan, sebagai pengganti pengalaman kerja.


Bila Anda ingin memiliki sebuah curriculum vitae yang berisi nilai jual tinggi, Anda bisa menggunakan jasa pembuatan curriculum vitae di www.penuliscvprofesional.com.

Contoh Surat Lamaran Kerja Fresh Graduate Sarjana Peternakan

Senin, Maret 21, 2016 Add Comment
Seorang Sarjana Fresh Graduate meskipun belum pernah bekerja secara formal atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan, bukan berarti tidak punya sesuatu untuk ditawarkan kepada perusahaan.

Selama kuliah setiap sarjana pasti mendapatkan banyak ilmu yang dikemas sebagai mata kuliah. Seorang Sarjana harus memahami ilmu-ilmu yang didapat saat kuliah yang sesuai dengan lowongan kerja yang akan dimasuki.
Dalam surat lamaran kerja yang efektif seorang fresh graduate tetap harus komunikatif menyampaikan dengan jelas tujuan membuat surat dan apa yang ditawarkan kepada perusahaan.

Berikut contoh Surat Lamaran Kerja dari seorang fresh graduate lulusan fakultas peternakan :


Dalam contoh surat lamaran kerja ini, pada paragraf pertama penulis dengan jelas menyampaikan tujuannya untuk bergabung dalam perusahaan. Dalam paragraf pertama juga penulis bisa menunjukkan pemahamannya tentang perusahaan yang dituju, sehingga mengesankan bahwa penulis benar-benar serius dan sungguh-sungguh dalam membuat surat lamaran kerja. 
Mengenai bagaimana membuat surat lamaran yang serius bisa dibaca di sini.

Pada paragraf kedua penulis dengan spesifik menyebutkan keunggulan-keunggulan apa yang dimilikinya, yang sesuai dengan bidang kerja. Keunggulan-keunggulan itu bersumber dari mata kuliah-mata kuliah dan pengalaman mengikuti program Praktik Kerja Lapangan.


Sebagai seorang Sarjana yang baru lulus Anda harus membuat surat lamaran kerja dengan serius, spesifik untuk setiap perusahaan yang dituju.

Sebesar apapun keinginan Anda memberi kesan hebat kepada perusahaan melalui surat lamaran kerja, Anda harus tetap jujur. Hindari memasang informasi yang tidak sesuai kenyataan, karena semua info yang Anda tulis akan jadi sumber pertanyaan saat proses wawancara kerja. Tentang hubungan antara surat lamaran kerja dengan interview kerja bisa dibaca di sini.


Anda bisa menggunakan Jasa Penulis Surat Lamaran Kerja di www.penulisCVprofesional.com yang akan membantu menggali keunggulan-keunggulan untuk dimasukkan dalam paragraf Surat Lamaran Kerja terbaik Anda.

3 Hal Penyebab Gagal Membuat Surat Lamaran Kerja dan Curriculum Vitae

Rabu, Maret 09, 2016 Add Comment
Apa yang paling ditunggu seseorang setelah mengirim surat lamaran kerja
Tentu saja jawabannya sangat mudah : surat panggilan dari perusahaan.
Anda sudah mengirim surat lamaran kerja ke banyak perusahaan, dan sudah lama menunggu namun surat panggilan tak kunjung datang. Sedang mengalaminya?

Sebelum kami menjelaskan lebih lanjut, saya yakin kita bisa sepakat bahwa yang dimaksud surat panggilan adalah yang berasal dari perusahaan idaman Anda, bukan sekedar panggilan kerja untuk posisi yang tidak sesuai dengan minat dan cita-cita Anda. Kalau hanya sekedar bekerja, tanpa memedulikan potensi, minat, dan tujuan hidup, saya berani menjamin sebenarnya semua orang bisa mendapatkan pekerjaan asal mau menjalaninya.

Saat ini masih banyak perusahaan-perusahaan yang sedang mencari karyawan untuk tenaga kasar. Selalu ada lowongan kerja untuk posisi penjualan. UMKM-UMKM sedang mencari karyawan untuk start up usahanya. Para kontraktor sipil atau konstruksi selalu membutuhkan tenaga yang kuat untuk menyelesaikan proyeknya. Banyak keluarga yang kebingungan mencari asisten rumah tangga, atau tenaga terampil untuk membersihkan rumahnya secara rutin.
Semua pekerjaan, kecuali yang berhubungan dengan kriminal dan maksiat, adalah baik. Pekerjaan baik adalah yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, tidak melanggar larangan agama maupun hukum negara. Tidak ada pekerjaan baik yang hina. Masalahnya adalah : apakah Anda mau melakukannya? Apakah pekerjaan itu sesuai minat dan potensi Anda?

Bila kita sudah sepakat, mari kita bahas tentang masalah yang mungkin sedang Anda alami. Kita akan urai satu persatu masalahnya dan segera mengambil langkah solusi.


Bila sudah banyak surat lamaran kerja yang Anda kirim ke banyak perusahaan tetapi belum juga ada yang memanggil maka jelas sekali masalahnya ada pada surat lamaran kerja Anda.
Anda tak perlu mencari ke tempat lain. Anda jangan menyalahkan keadaan, menyalahkan kondisi ekonomi, atau hal-hal lain yang di luar kendali Anda, tidak ada gunanya. Untuk menyelesaikan suatu masalah Anda hanya harus fokus pada segala hal yang ada dalam kendali.
Bila sudah melakukan sesuatu yang sama berkali-kali tanpa hasil, maka Anda harus segera melakukan evaluasi dan mengubah caranya. Kata eyang Einstein : “Suatu kegilaan melakukan hal yang sama berulang-ulang tapi mengharapkan perubahan”.
Anda harus berubah. Anda harus mengubah cara. Anda harus mengubah strategi.

Surat lamaran kerja, beserta curriculum vitae yang dilampirkan, adalah komunikasi pertama Anda dengan perusahaan. Hampir seluruh perusahaan sebelumnya tidak mengenal orang-orang yang mengirimkan surat lamaran kerja kepada mereka. Perusahaan tidak mengenal Anda, tidak tahu apa yang Anda inginkan, tidak tahu apa yang Anda miliki, tidak tahu apa yang Anda tawarkan. Tidak ada satu pun perusahaan yang mau mempekerjakan orang yang tidak mereka kenal. Dari surat lamaran kerja dan curriculum vitae yang ada perusahaan berusaha mengenal Anda. Mereka berusaha mendapatkan informasi tentang diri Anda, apa potensi Anda, apa yang Anda tawarkan. Bila mereka gagal mengenal Anda dari surat lamaran kerja dan curriculum vitae, sedangkan surat lamaran kerja yang masuk sangat banyak, bersediakah perusahaan meneruskan proses perkenalan dengan Anda? Sebelum melangkah pada proses selanjutnya, seperti wawancara kerja yang membutuhkan waktu dan tenaga, perusahaan memastikan bahwa calon tenaga kerja yang mengikuti proses tersebut adalah orang-orang terbaik dari sekian banyak orang yang mengirim surat lamaran kerja. Perusahaan tidak mungkin rela mengeluarkan tenaga dan menyediakan waktu untuk orang-orang yang belum mereka kenal.

Sudah mulai punya gambaran masalah pada surat lamaran kerja Anda?
Masalah utama yang membuat perusahaan enggan memanggil Anda untuk proses selanjutnya adalah bahwa surat lamaran kerja dan curriculum vitae tidak mampu mewakili Anda memperkenalkan diri dan membuat mereka tertarik.

Masalah tersebut disebabkan oleh sikap dan pikiran Anda saat membuatnya, saat membuat surat lamaran kerja dan menyusun curriculum vitae.
Ada tiga sikap yang menjadi penyebab kegagalan membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae :

1.      Tidak mengenali diri sendiri.

Bagaimana mungkin bisa memperkenalkan diri kepada orang asing bila Anda tidak mengenali diri sendiri.

Memang bagi sebagian orang tidak terbiasa, atau tidak pernah berusaha mengenali diri sendiri sehingga merasa kesulitan. Orang yang kesulitan melakukan sesuatu karena belum pernah melakukannya atau enggan berusaha melakukannya dengan baik.

Ada dua cara untuk mengenali diri sendiri : merenung, atau bertanya pada orang-orang dekat di sekeliling Anda.

Anda harus meluangkan waktu untuk merenungi diri sendiri, berusaha mendapatkan jawaban dari pertanyaan : siapa saya? Anda bisa melakukannya di tempat dan waktu yang leluasa tanpa gangguan.

Cara kedua dengan bertanya kepada orang-orang terdekat di sekeliling Anda. Pilihlah orang-orang yang sudah berinteraksi dengan Anda cukup lama, orang-orang yang selalu mengikuti perkembangan dan perjalanan hidup Anda, dan yang lebih bagus lagi adalah orang-orang yang selalu menginginkan Anda menjadi lebih baik. Mereka akan memberikan jawaban yang jujur tentang diri Anda karena ingin melihat Anda sukses.

Sekali lagi, untuk mengenal diri sendiri Anda harus meluangkan waktu untuk merenung dan bertanya.



2.    Tidak yakin kepada diri sendiri.

Sama dengan point satu bahwa semuanya harus berawal dari diri sendiri. Bagaimana mungkin Anda bisa meyakinkan orang lain bila tidak yakin pada diri sendiri.

Keyakinan Anda kepada diri sendiri haruslah sebegitu kuatnya sehingga mampu mempengaruhi orang lain, keyakinan terhadap keunggulan diri, keyakinan terhadap potensi diri, yang Anda tawarkan kepada perusahaan. Yakinlah bahwa setiap orang itu unik, punya keunggulan masing-masing. Anda hanya harus fokus pada keunggulan diri.

Bagaimana mungkin perusahaan mau mempekerjakan orang yang tidak yakin pada keunggulan dirinya sendiri. Perusahaan tidak akan rela menyerahkan amanat kepada orang yang ragu-ragu mampu menerima dan menjalankannya.



3.    Tidak melakukan dengan kesungguhan.

Ini yang sering dilakukan oleh banyak pencari kerja. Mereka tidak membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae dengan upaya maksimal. Mereka menganggap surat lamaran kerja dan curriculum vitae hanya sekedar dokumen untuk formalitas, tidak penting sehingga mengerjakannya asal-asalan.

Banyak sekali pencari kerja yang asal membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae dengan sekadar menyalin milik temannya, atau mendapatkannya di internet, mengubah sebagian data dan mengirimkannya. Mereka membuat salinan surat lamaran kerja dan curriculum vitae seperti itu sebanyak-banyaknya dan mengirimkan ke banyak perusahaan.

Bagaimana mungkin perusahaan mau menghargai surat yang dibuat dengan asal-asalan seperti itu?


Hindari ketiga sikap itu...Segera ubah sikap Anda saat membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae. Perubahan sikap Anda pasti mempengaruhi hasil, meningkatkan kualitas surat lamaran kerja dan curriculum vitae yang Anda buat.



Terkadang perubahan memang membutuhkan waktu. Tapi Anda bisa mempercepat dengan melibatkan pihak profesional yang kompeten. Untuk membuat surat lamaran kerja dan curriculum vitae yang terbaik Anda bisa melibatkan penulis CV Profesional di http://www.penuliscvprofesional.com